SuaraBogor.id - Disebut bisa mereduksi banjir di wilayah Bogor, Bekasi dan Karawang, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey akan dilakukan mulai Agustus 2022.
Kepala BBWSC Kementerian PUPR, Bastari mengatakan, pembangunan waduk Cibeet dan Cijurey tersebut akan dilakukan pelelangan mulai April atau Mei.
"Pembangunan waduk Waduk Cibeet dan Cijurey bisa mereduksi mereduksi banjir hingga 59,33 persen di wilayah itu. Harapan kami April atau Mei sudah mulai lelang dan Agustus bisa dimulai pekerjaannya," katanya.
Menurut Bastari, saat ini tahapan yang sedang dilakukan oleh BBWSC yaitu melakukan peninjauan atau mengkaji ulang disain Waduk Cijurey dan finalisasi sertifikasi desain Waduk Cibeet. Dua waduk tersebut direncanakan rampung pada tahun 2025.
Waduk Cibeet akan dibangun dengan lahan seluas 1.700,26 hektare di delapan desa yang ada di dua kecamatan, yaitu Tanjungsari dan Cariu.
Waduk tersebut diyakini dapat mereduksi banjir hingga 66 persen di wilayah Karawang dan Bekasi, serta memberi manfaat saluran irigasi.
Sementara pembangunan Waduk Cijurey merupakan permintaan langsung dari warga Kabupaten Bogor untuk mengairi lahan persawahan yang kering saat kemarau.
Desain Waduk Cijurey cenderung lebih kecil dari Cibeet, yaitu dengan lahan seluas 203,9 hektare di empat desa yang ada di tiga kecamatan, yakni Sukamakmur, Cariu dan Tanjungsari.
"Jadi waduk ini kan untuk irigasi juga, juga bisa untuk PLTA, pariwisata, sumber air baku juga. Jadi saat musim hujan airnya masuk untuk mengurangi banjir di hilir, kemudian saat kemarau bisa mengairi sawah juga," kata Bastari.
Baca Juga: Berbatasan dengan Kawasan Industri Bekasi, Warga Sukamukti Keluhkan Tak Mendapatkan Dampak Ekonomi
Sementara, Bupati Bogor Ade Yasin di tempat yang sama menerangkan bahwa kebutuhan lahan yang tidak sedikit untuk membangun dua waduk tersebut, sedikit terkendala pembebasan lahan, karena banyak masyarakat tidak mendukung.
"Ya harus diakui bahwa banyak masyarakat tidak mendukung sehingga proses pembebasan lahan jadi sedikit terhambat, kami Pemkab Bogor juga diminta untuk pembebasan lahan itu," kata Ade Yasin.
Ia meminta BBWSC agar terus berkoordinasi dengan Pemkab Bogor, untuk bersama-sama mencari solusi jika ada kendala terkait pembebasan lahan.
"Saya juga minta SKPD untuk tidak menerbitkan perizinan apapun di lahan-lahan yang akan dibangun waduk tersebut," tuturnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Berbatasan dengan Kawasan Industri Bekasi, Warga Sukamukti Keluhkan Tak Mendapatkan Dampak Ekonomi
-
BNPB Catat Selama 2022 Ini Sudah 65 Korban Jiwa Tewas dalam Berbagai Bencana di Indonesia
-
Bocah 14 dan 15 Tahun Jadi Tersangka Begal Ibu Hamil di Mustikajaya, Diancam dengan Pasal 365 KUHP
-
Banjir Merendam Lima Kecamatan di Jombang, Tinggi Air Capai 3 Meter
-
Kondisi Ini Bikin Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pria yang Onani di Depan Kost Putri di Tambun Bekasi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Menjelang HUT ke-81 RI, Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian lewat Pendampingan dan Akses Pasar
-
Nilainya Fantastis! Bea Cukai Bogor Musnahkan 10 Juta Batang Rokok Ilegal Rp15,2 Miliar
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor