SuaraBogor.id - Seorang murid di Cianjur, Jawa Barat diduga jadi korban skandal seks seorang kepala puskesmas berinisial AM.
Hal tersebut terungkap, saat korban mengaku bahwa sudah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari kepala puskesmas di Kabupaten Cianjur tersebut.
Siswi SMA berinisial SL, mengaku, Kepala Puskesmas, AM tidak mau bertanggung jawab untuk menikahinya. Padahal, AM dan SL telah berpacaran selama beberapa bulan dan berjanji untuk menikahinya.
“Intinya dia jadi tidak mau bertanggung jawab aja. Bulan November sampai Desember 2021 pas saya masih sekolah, itu sempat berpacaran dengan dia,” ucap SL, mengutip dari Cianjur Today -jaringan Suara.com, Selasa (15/3/2022).
Selama berpacaran, pihak keluarga sempat mengetahui SL dan AM melakukan hubungan suami istri beberapa kali di tiga tempat yang berbeda.
SL mengaku ia terbuai oleh rayuan AM yang berjanji akan menikahinya. Namun, hingga kabar miring tersebut tersebar dan membuat SL terpojok, AM belum juga menepati janjinya.
“Jadi, pihak keluarga merasa dirugikan. Kemarin, papah saya udah nelepon juga ke dia dari bulan Januari 2022 kemarin. Tapi dia terus bilang nanti, setiap papah nelepon. Akhirnya dia blokir nomor saya, papah saya, dan keluarga yang sering telepon dia,” tambah SL.
Sementara itu, orang tua SL, Kuswandi mengatakan, pihaknya mengaku kecewa dengan perlakuan Kepala Puskesmas tersebut.
Ia menyayangkan sikap AM sebagai Aparatur Sipil negara (ASN) yang tidak dapat menjaga perilaku serta memegang janji.
Baca Juga: Kasus Pemuda Cianjur Belum Divaksin tapi Sudah Dapat Sertifikat, Herman Suherman: Itu Human Error
“Tadinya, saya mau selesai secara kekeluargaan. Karena saya juga masih punya rasa kemanusiaan, memikirkan juga bagaimana nasibnya kalau ini sampai ramai di luar. Saya pun tadinya berharap pihak sana bisa kooperatif, mau menyelesaikan secara kekeluargaan saja. Tidak perlu sampai ramai-ramai,” terangnya.
SL Sampai Mengungsi dan Berhenti Sekolah
Kuswandi mengaku, harus mengungsikan anaknya ke Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, demi menjaga psikologis anaknya. Bahkan, SL sampai berhenti sekolah karena takut jadi pergunjingan.
“Kalau masih di Cianjur, takutnya nanti psikologi anak saya terganggu akibat omongan tetangga. Anak saya juga sampai berhenti sekolah karena takut jadi pergunjingan dan kena DO pihak sekolah,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Ia mengatakan, karena AM tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah, maka pihak keluarga ingin melaporkan AM ke lembaga terkait. Mengingat status AM yang seorang ASN serta mengepalai salah satu Puskesmas di Cianjur.
Pihaknya juga berencana untuk meminta bantuan kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur untuk berkonsultasi terkait langkah apa yang bisa mereka tempuh ke depannya.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Pemuda Cianjur Belum Divaksin tapi Sudah Dapat Sertifikat, Herman Suherman: Itu Human Error
-
Kayuh Sepeda dari Cibitung ke Jakarta, Rusin Hanya Ingin Anaknya Dapat Keadilan
-
Pemuda Cianjur Sudah Dapat Sertifikat Vaksin Padahal Belum Divaksin, Jokowi Duduk Santai Depan Tenda, Ini Kata Netizen
-
Roy Suryo Ungkap Rekaman CCTV Kasus Begal Tambelang Tidak Bisa Dimodifikasi, Terdakwa MF Tak Berada di TKP
-
Gedung SDN Cigombong Disegel Perusahaan, Anggota Fraksi Gerindra Panggil Dinas Pendidikan Cianjur
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah
-
Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter
-
Balai Karantina Resmi Hadir di Laladon, Ekspor Ikan Hias Bogor Makin Mudah
-
Pengusutan Kasus Korupsi ATR/BPN, KPK Telisik SDM Summarecon Agung
-
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!