SuaraBogor.id - Puluhan warga Kota Depok, Jawa Barat mendapat pelatihan keahlian barista dari dinas tenaga kerja setempat.
Program bertajuk Pelatihan Keahlian Barista itu digelar untuk meningkatkan kompetensi bagi pencari kerja sehingga dapat menurunkan angka pengangguran di Kota Depok.
Kepala Disnaker Depok, Mohamad Thamrin mengatakan, tahun ini pelatihan barista diikuti oleh 40 pencaker yang terbagi dalam dua angkatan.
"Saat ini bisnis kopi menjamur di Kota Depok, sehingga kami melihat peluang tersebut dapat dijadikan lapangan kerja baru bagi para pencari kerja," katanya, Senin (4/4/2022) dikutip dari Antara.
Thamrin menjelaskan, pihaknya menggandeng komunitas Ngopi Bareng Teman dan Pasar Kopi Depok sebagai instruktur dalam pelatihan tersebut. Sedangkan, Semoet Coffee and Eatery dipilih menjadi lokasi pelatihan.
Lanjut Thamrin, materi yang diberikan cukup lengkap dari sejarah dan jenis kopi, tugas dan fungsi barista hingga praktik membuat dan menyajikan kopi. Selain itu, juga memberikan pelatihan membuka usaha, digital marketing dan gambaran bisnis dalam dunia kopi secara lengkap.
"Dengan demikian pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Depok yang kini mencapai kisaran angka 117 ribu lebih," harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas dan Bina Lembaga Pelatihan Kerja, Disnaker Kota Depok, Tri Astuti menambahkan, setiap pelatihan di Disnaker tidak hanya dibekali dengan kompetensi teknis namun juga softskill sebagai pekerja maupun wirausaha. Serta penjelasan budaya kerja sebagai barista.
Dikatakan Tri, dengan adanya pelatihan ini bukan berarti akhir dari perjuangan bagi para pencaker. Namun, justru merupakan titik awal untuk melangkah meraih harapan sebagai barista yang profesional, kreatif dan memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Baca Juga: Bupati Anne Ratna Mustika Rotasi Pejabat Tinggi di Purwakarta, Ada Apa?
"Setelah selesai pelatihan dari 40 peserta, sebanyak 15 orang direkrut untuk magang di Semoet Coffee and Eatery. Lalu, beberapa akan mengikuti bazar-bazar Cafe Kopi di bawah binaan komunitas Pasar Kopi Depok," ujarnya.
"Sebagian juga didistribusikan ke Cafe Kopi yang membutuhkan barista, terutama yang masuk dalam komunitas tersebut," ujarnya.
Berita Terkait
-
Bangunan Mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong Dibongkar
-
Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan
-
1 Oktober Hari Apa? Makna, Sejarah, dan Peringatan Penting di Tanggal Ini
-
Curah Hujan Tinggi tapi Kekeringan, Ahli UGM Ungkap Masalah Air Jawa Barat
-
Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar
-
'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN
-
Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah
-
Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana
-
Kades di Bogor Ditangkap, Polisi Bongkar Modus Jual Tanah 4 Hektare Pakai Pemilik Jadi-jadian