Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Selasa, 19 April 2022 | 21:11 WIB
Potret Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram/@luhut.pandjaitan)

"Secara geografis yang sama sama berada pada selat malaka dan potensi lain sebenarnya batam jauh lebih berpotensi.
Dari sisi investasi pun sama, belum adanya skema yang efektif dalam rangka menyiapkan wadah supaya potensi investasi dari luar akibat perang di eropa bisa masuk dengan cepat dan mudahpun belum terpenuhi," jelasnya.

Mengatur dan menyiapkan pemerintahan yang handal dan prima untuk negara besar kata Arman seperti Indonesia, tentunya membutuhkan sumber daya yang banyak dan hebat.
"Indonesia memiliki ribuan bahkan jutaan orang hebat terlebih Indonesia akan dan sedang mengalami bonus demografi, banyak anak muda yang hebat dan cekatan yang bisa dilibatkan dalam membangun bangsa, pemikirannyapun akan jauh lebih kreatif dan produktif," cetusnya.

"Kalau kita hanya mengandalkan pada orang yang itu itu saja maka tim itu itu saja juga yang akan dilibatkan pada banyak urusan dalam banyak lembaga atau badan yang menjadi bagian tugasnya, logikanya gerbong yang dibawa oleh pak Joker ya itu saja, bisa jadi dalam satu kasus orang atau tim mumpuni namun dibidang yang lain tidak menguasai," sambungnya.

Dia berharap Presiden Jokowi tidak perlu takut dan risau jika menunjuk orang atau tim lain untuk kasus lain, karena presiden kepala pemerintahan.

Baca Juga: Luhut Binsar Pandjaitan Dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara Karena Pernyataan di Podcast Deddy Corbuzier

"Jangan takut digulingkan oleh musuh politik jika tidak ada joker dibanyak bidang, karena banyak sekali orang pandai dan hebat di indonesia. Semakin banyak orang dengan banyak tanggung jawab dan spesialisasinya maka semakin efektif kerja dengan pertanggungjawaban yang lebih rinci terukur dan optimal," bebernya lagi.

Sebuah istilah dalam ilmu administrasi 'the right man on the right place' adalah sebuah sistem yang teruji dalam menghasilkan target atau output secara efektif dan efisien.

"Jangan sampai salah menempatkan orang karena faktor like or dislike berdampak buruk pada kinerja dan hanya menunggu kehancurannya," tukasnya.

Load More