SuaraBogor.id - Sebuah video viral memperlihatkan akses Jalan utama menuju Kavling Sirnaglih, Kecamatan Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur ditutup permanen dengan pondasi bebatuan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, penutupan akses jalan menuju Kavling Sirnagalih itu diduga dilakukan karena pihak pengembembang belum melunasi pembayaran tanah kepada pemilik tanah.
Sejumlah warga yang sering menggunakan akses jalan untuk melalukan aktifitas sehari-hari pun merasa kesal karena ditutupnya akes jalan tersebut.
Asep Ojos (40) warga setempat mengaku kesal dengan adanya menutupan akses jalan ke permukimannya dan warga sekitar. Karena akses jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya untuk keluar masuk.
"Permasalahan ini diketahui sudah terjadi berpuluh tahun lalu. Padahal, kita warga telah melunasi pembayaran tanah ke pengembang. Namun, dari pengakuan pemilik tanah, pihak pengembang masih belum melunasinya. Sehingga mereka, menutup akses jalan menuju permukiman warga," katanya, Minggu (3/7/2022).
Adanya persoalan itu, kata dia, sejumlah warga sempat berdiskusi dan komunikasi denfan pengembang dan pemilik tanah. Namun tidak menemui hasil kesepakatan.
"Karena tidak ada titik temu, warga akhirnya melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian setempat karena kita sangat dirugikan sekali. Saat ini warga yang memiliki kendaraan terpaksa menyimpan kendaraannya di luar gerbang karena jalan masuk utama menuju permukiman ditutup benteng," katanya.
Hal serupa diungkapkan, Nur Fatma Amalia (33) menjelaskan persoal antara pengembang dengan pihak pemilik tanah sudah terjadi sekitar 10 tahun lalu.
"Sejak awal kavling ini dijual dan dibangun warga sudah membayar lunas ke pihak pengembang. Tentunya, kita membayar bukan hanya tanah kavling tapi juga sekaligus fasilitas jalan umum menuju permukimannya," jelasnya
Baca Juga: Warga Seram Bagian Barat Serahkan 15 Bom Rakitan ke Polisi
Fatma mengungkapkan, teekait persoalan pengembang yang belum melunasi pembayaran sisa tanah ke pemiliknya seharusnya tidak merugikan warga.
"Kuasa Hukum dari pemilik tanah bilang warga harus membayar sebesar Rp 1,5 juta per meter. Padahal awalnya kita beli kavling ini sudah termasuk jalan harusnya, kenapa sekarang kita harus bayar, lagian semua yang beli tanah disini hampir sudah pada lunas," jelasnya.
Dia dan sejumlah warga lainnya berharap akses jalan utama menuju permukiman mereka dapat kembali dibuka, agar bisa melakukan aktifitas sehari-hari.
"Warga saat ini kebingungan, karena satu-satunya akses jalan ditutup permanen. Warga tidak bisa menggunakan akses tersebut untuk keluar masuk kendaraan, beberapa warga terpaksa melewati sawah," ucap dia.
Kontributor : Fauzi Noviandi
Tag
Berita Terkait
-
Warga Seram Bagian Barat Serahkan 15 Bom Rakitan ke Polisi
-
15 Selebriti Tanah Air yang Mengakui Ada Masalah Mental Health: Dari Bipolar Hingga Obsesi pada Kesempurnaan
-
Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah di Meulaboh, Warga Selamatkan Harta Benda ke Tempat Aman
-
Kebangetan! Komplotan Bocah Matikan Meteran Listrik Warga di Malam Hari, Netizen: Jujur Gue Dulu Bocah Juga Kayak Begitu
-
Tanggapan Beragam Publik Soal Meja Saat Vladimir Putin Bertemu dengan Jokowi: Dia Tahu Mana Lawan, Mana Kawan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menjelang HUT ke-81 RI, Pemkab Bogor Bagikan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian lewat Pendampingan dan Akses Pasar
-
Nilainya Fantastis! Bea Cukai Bogor Musnahkan 10 Juta Batang Rokok Ilegal Rp15,2 Miliar
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Dihadiri Ustaz Maulana, Pengajian TP-PKK di Masjid Nurul Wathon Sedot Perhatian Warga Lintas Daerah