SuaraBogor.id - Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan pihaknya berencana untuk membangun 1.500 unit rumah korban bencana atau hunian tetap (huntap).
Untuk membangun ribuan rumah korban bencana itu, Iwan mengatakan pihaknya mengusulkan agar pendanaannya menggunakan APBD Tahun Anggaran 2023.
"Pada 2023, kita ingin ada 1.500 huntap yang bisa dibangun. Kami juga akan meminta dukungan DPRD agar rencana tersebut bisa masuk dalam APBD 2023. Mudah-mudahan semua bisa selesai bertahap," kata Iwan Setiawan, Senin (10/10/2022).
Pembangunan 1.500 unit huntap ini sudah diusulkan Pemerintah Kabupaten Bogor ke legislatif melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) dengan anggaran sekitar Rp 120 miliar.
Pagu anggaran tersebut sudah termasuk pembangunan jalan serta prasarana dan sarana umum (PSU) di lingkungan hunian tetap.
Iwan juga berkomitmen untuk mengawasi pembangunan 457 unit huntap yang sedang dikerjakan, dengan mendatangi langsung lokasi proyek di Desa Cigudeg pada Minggu, 9 Oktober 2022.
Di hari yang sama, ia juga meninjau pembangunan 187 unit huntap di Kecamatan Sukajaya yang tersebar di beberapa desa, yakni Desa Cisarua 50 unit, Pasirmadang 50 unit dan Cileuksa 87 unit.
Iwan mengaku ingin pembangunan PSU serta instalasi air dan listrik di huntap yang tahun ini sedang dikerjakan agar dianggarkan pada APBD Tahun 2023.
"Saya juga ingin jalan, instalasi air dan listrik bisa dibangun. Jadi, rumah beres, jalan dan instalasinya juga beres. Saya ingin menganggarkan di 2023," kata Iwan.
Ratusan unit huntap yang sedang dikerjakan masih belum cukup untuk menampung sekitar 2.000 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi awal tahun 2020 di empat kecamatan Kabupaten Bogor, yakni Sukajaya, Cigudeg, Jasinga, dan Nanggung.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin menyebut bencana alam awal tahun 2020 di empat kecamatan diperkirakan menyebabkan kerugian hingga Rp 1,4 triliun.
"Itu bukan hasil perhitungan kami. Tapi, itu hasil perhitungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," ujarnya.
Cuaca buruk yang terjadi pada Rabu, 1 Januari 2020 mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor terdampak banjir dan longsor.
Kejadian tersebut menyebabkan korban jiwa sebanyak delapan orang, dan tiga orang hilang dan sudah dinyatakan meninggal dunia. Kemudian, 12 orang mengalami luka berat, dan 517 orang mengalami luka ringan. [Antara]
Berita Terkait
-
Dua Pria Ditangkap Polres Bogor, Produksi 20 Video Porno dan Raup Rp19 Juta
-
Polda Metro Usut Kasus Mafia Tanah PTSL Bogor: Beda dengan KPK
-
BPK Temukan Masalah di Tapera, 543 Rumah Tak Dimanfaatkan
-
Beli Rusun tapi Tak Kunjung Dibangun? DPRD DKI Godok Skema Uang Kembali
-
Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Polisi
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV
-
KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor
-
Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang
-
Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku
-
DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga