- Warga Kayumanis, Kota Bogor, menolak rencana pembangunan Pembangkit Sampah Energi Listrik karena kekhawatiran dampak lingkungan dan minimnya sosialisasi.
- Camat Tanah Sareal menyatakan penolakan tersebut terjadi akibat miskomunikasi dan kurangnya penyampaian informasi mengenai teknologi PSEL kepada masyarakat.
- Pemerintah Kota Bogor berkomitmen melakukan sosialisasi terstruktur dan masif untuk membangun pemahaman warga terkait proyek pengelolaan sampah tersebut.
SuaraBogor.id - Polemik rencana pembangunan Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kota Bogor, Jawa Barat yang ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai penolakan warga, kini mendapatkan klarifikasi dari pihak kecamatan.
Camat Tanah Sareal, Rokib, membenarkan bahwa memang ada penolakan, namun ia menilai kondisi di lapangan tidak sepenuhnya menunjukkan adanya penolakan luas.
Menurutnya, masalah utama adalah mis-komunikasi karena sosialisasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang belum merata ke seluruh lapisan masyarakat.
Sebelumnya, sejumlah warga, terutama emak-emak, menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait potensi dampak buruk PSEL terhadap kesehatan dan kenyamanan lingkungan, serta merasa minimnya sosialisasi. Camat Tanah Sareal, Rokib, mengakui adanya keresahan ini.
“Memang kemarin sempat ramai di media bahwa ada penolakan dari beberapa warga dan pemuda,” ujar Rokib kepada wartawan, 6 Mei 2026.
Namun, ia memberikan perspektif yang berbeda mengenai skala penolakan. "Kalau dilihat langsung di lapangan, kebanyakan warga tidak menolak. Ini lebih ke miskomunikasi karena sosialisasi memang belum dilaksanakan secara menyeluruh,” jelasnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa warga pada dasarnya tidak menolak solusi penanganan sampah, tetapi lebih karena mereka belum memahami secara utuh konsep PSEL sebagai teknologi pengolahan sampah modern yang seharusnya lebih higienis dan terkontrol, meminimalkan bau dan dampak lingkungan.
Rokib mendorong agar Pemkot Bogor segera melakukan sosialisasi yang lebih luas dan terstruktur. "Harapannya sosialisasi bisa lebih masif, menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan akan turut terlibat dalam proses sosialisasi bersama dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup. "Ke depan kami akan ikut sosialisasi lebih masif bersama Lingkungan Hidup. Sebelumnya sudah ada, tapi belum ke semua wilayah,” katanya.
Baca Juga: Ini Dia Alasan Kenapa HJB Ke-544 Bogor Digelar di Desa Malasari
Rencana sosialisasi tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga mencakup seluruh wilayah di Kelurahan Kayumanis. Ini adalah langkah krusial untuk membangun pemahaman dan kepercayaan warga.
Di sisi lain, Camat Rokib menyatakan dukungannya terhadap pembangunan PSEL di wilayahnya. Ia menilai proyek tersebut sebagai peluang untuk menyelesaikan persoalan sampah secara lebih efektif.
“Menurut saya ini jadi solusi. Banyak daerah lain justru mencari cara untuk mengatasi sampah. Kita harus melihat ini sebagai kesempatan,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Ini Dia Alasan Kenapa HJB Ke-544 Bogor Digelar di Desa Malasari
-
Pertama dalam Sejarah! HJB ke-544 Dipusatkan di Kaki Gunung Halimun Salak
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok
-
Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor
-
BRI Catat Investor Baru Wealth Management Tumbuh 280,68 Persen hingga Kuartal II 2026
-
Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil
-
Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV