- Masyarakat Kayumanis menolak rencana pembangunan fasilitas PSEL karena khawatir akan dampak buruk terhadap kesehatan serta kelestarian lingkungan sekitar.
- Warga memprotes minimnya sosialisasi terkait rencana pembangunan proyek yang dianggap tidak ideal karena berada di kawasan permukiman padat.
- Pemkot Bogor dan DPRD menanggapi polemik tersebut dengan merencanakan kunjungan studi banding ke China guna membuktikan keamanan teknologi PSEL.
SuaraBogor.id - Gejolak demi gejolak soal rencana Pemerintah Kota Bogor untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, semakin memanas.
Penolakan keras datang dari masyarakat setempat, terutama para emak-emak, yang menyuarakan kekhawatiran mendalam akan dampak buruk terhadap kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
Di tengah dinamika ini, baik DPRD Kota Bogor maupun Pemkot Bogor telah merespons. Pemkot bahkan menawarkan solusi unik: mengajak warga untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern di China.
Berikut adalah 5 poin terpanas yang perlu kamu tahu dari polemik PSEL di Kayumanis, Bogor:
1. Kekhawatiran Utama Warga: Dampak Kesehatan dan Lingkungan yang Serius
- Alasan utama penolakan warga sangat mendasar: kekhawatiran terhadap dampak buruk proyek.
- Bau Tidak Sedap: Potensi bau menyengat dari proses pengolahan sampah.
- Pencemaran Lingkungan: Risiko pencemaran udara, tanah, dan air.
- Risiko Kesehatan Jangka Panjang: Warga takut terhadap penyakit pernapasan atau masalah kesehatan lainnya.
- "Rencana ini bisa berdampak panjang terhadap kesehatan warga dan lingkungan,” tegas tokoh pemuda Munjul, Aden.
2. Minimnya Sosialisasi: Warga Merasa Dikelabui & Baru Tahu dari Media
Warga merasa informasi yang diberikan pemerintah sangat minim.
"Kalau memang ini untuk kepentingan umum, harusnya ada penjelasan dulu ke warga. Jangan tiba-tiba mau dibangun di sini,” ujar salah satu ibu rumah tangga di lokasi, Selasa (5/5/2026).
Tokoh pemuda Munjul, Aden, menambahkan, "Warga di sini mengira akan dibangun Wisma Atlet, bukan PSEL. Tahu PSEL pun dari berita-berita yang muncul di media. Seolah-olah kami dikelabui. Tiba-tiba muncul rencana pengolahan sampah di wilayah kami,” tegasnya.
Baca Juga: Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
3. Lokasi Tidak Ideal: Kawasan Permukiman Padat Penduduk
Warga juga berpendapat bahwa lokasi Kayumanis yang berada di kawasan permukiman padat penduduk dinilai tidak ideal untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah berskala besar. Mereka secara spesifik meminta pemerintah mencari lokasi alternatif yang lebih jauh dari pemukiman warga.
4. DPRD Kota Bogor Desak Sosialisasi Lebih Gencar & Menyeluruh
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, turut menyuarakan dukungan terhadap aspirasi warga. Ia menegaskan bahwa sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kayumanis harus dilakukan lebih gencar dan menyeluruh.
"Memang MoU dari pusatnya sudah selesai dari Kota Depok dan Kota Bogor, cuma kita mengingatkan sosialisasi kepada masyarakat sekitar Kayumanis yang akan digunakan untuk PSEL itu diundang ke Balai Kota untuk tadi melaksanaan sosialisasi ke warga benar-benar menerima manfaatnya dari warga," ujar Ahmad Aswandi.
Aswandi juga menekankan bahwa PSEL adalah teknologi modern yang harus disosialisasikan untuk melawan stigma "bau sampah" dari TPA konvensional.
Berita Terkait
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga
-
Ahmad Aswandi Desak Pemkot Segera Sosialisasi PSEL di Kayumanis Lebih Luas: Warga Butuh Kejelasan
-
Anggota Linmas di Dramaga Tewas Tertimbun Longsor, Bupati Bogor Imbau Warga Waspada
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Poin Panas Polemik PSEL Bogor: Mulai dari Ancaman Kesehatan Hingga Tawaran Studi Banding ke China
-
4 Rekomendasi Sepeda Gunung United Bike yang Ramah di Kantong Banget, Mulai Rp2 Jutaan
-
Kompak Desak Transparansi, Warga dan DPRD Hadang PSEL? Pemkot Bogor Tawarkan China sebagai Solusi
-
Redam Penolakan Warga, Pemkot Bogor Ajak Warga Kayumanis Studi Banding ke China Soal PSEL
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga