- Seorang anggota Linmas bernama Bidong meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor di Desa Petir, Bogor, Selasa (5/5/2026).
- Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga korban saat mengunjungi rumah duka pada Rabu (6/5/2026).
- Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta menghindari area rawan bencana saat terjadi hujan deras.
SuaraBogor.id - Kabar duka menyelimuti Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) bernama Bidong (60), yang telah mengabdi selama kurang lebih delapan tahun sebagai petugas keamanan lingkungan, meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor.
Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban sedang menebang pohon bambu di Desa Petir.
Mendengar peristiwa memilukan tersebut, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu tokoh masyarakat sekaligus anggota Linmas Desa Petir yang menjadi korban dalam peristiwa tanah longsor,” ujar Rudy, Rabu (6/5/2026).
Selain menyampaikan duka cita, Rudy juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Bogor.
Ia mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, agar sementara waktu menghindari lokasi berisiko saat hujan turun.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, khususnya di wilayah rawan longsor, agar mengutamakan keselamatan dengan menjauhi area yang berpotensi bahaya,” tegasnya.
“Kami sangat mengapresiasi gotong royong yang ditunjukkan oleh aparatur wilayah dan masyarakat yang bahu membahu dalam menangani situasi ini,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjut Rudy, terus melakukan pemantauan serta penanganan di wilayah terdampak, sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Baca Juga: 5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
Berita Terkait
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Bupati Rudy Susmanto Bela Warga, Minta Tambang Berizin di Wilayah Bogor Barat Segera Dibuka
-
Bojonggede-Kemang Segera Terhubung, Flyover Bomang Jadi Kunci Akses Bogor Utara
-
Daftar 5 Desa Terdampak Longsor di Cianjur: Jembatan Putus, Belasan Rumah Terancam
-
Geser Fokus dari Cibinong, Pemkab Bogor Kini 'Keroyok' Penataan Kawasan Parung
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Catat Tanggalnya! Mulai 20 Juni, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pameran Hasil Bumi
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat