- Dinas PUTR Kabupaten Cianjur menyatakan banjir di Jalan Raya Puncak-Cipanas disebabkan cuaca ekstrem dan perubahan tutupan lahan.
- Alih fungsi lahan menjadi ladang musiman dan pemukiman di Pacet serta Cipanas memicu erosi dan minimnya resapan air.
- Dinas PUTR akan memeriksa hulu sungai di Cibeber dan Campaka untuk menanggulangi masalah banjir di wilayah tersebut.
SuaraBogor.id - Fenomena banjir yang kerap melanda sepanjang Jalan Raya Puncak-Cipanas, Kabupaten Cianjur, telah menjadi masalah tahunan yang meresahkan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur akhirnya mengungkap akar permasalahan di balik banjir ini.
Menurut mereka, kondisi ini disebabkan oleh dua faktor utama: cuaca ekstrem dan terjadinya perubahan tutupan lahan di wilayah tersebut.
Sekretaris Dinas PUTR Cianjur Bambang mengatakan tutupan lahan adalah perubahan atau alih fungsi lahan seperti dari perkebunan keras menjadi ladang tanaman musiman, seperti cabe dan lainnya, sehingga meningkatkan erosi dan sedimen.
Perubahan tutupan lahan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Pacet dan Cipanas, sehingga sering memicu terjadinya banjir di kawasan tersebut karena minimnya resapan air dimana air menutup landasan jalan utama Puncak-Cianjur, berbagai cara dilakukan, termasuk penanaman pohon keras di sejumlah titik.
"Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sepanjang Jalan Raya Cipanas-Puncak sering terendam banjir, faktor penyebab banjir tentunya akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, dan adanya perubahan tutupan lahan yang sudah berlangsung lama, sehingga air langsung turun ke pemukiman dan menutup jalan," katanya.
Tidak hanya karena alih fungsi lahan dari perkebunan dengan tanaman keras menjadi ladang, tutur dia, banjir di wilayah utara Cianjur juga disebabkan alih fungsi hutan berubah menjadi perkampungan warga, sehingga air dengan debit tinggi kerap merendam jalur utama Puncak-Cianjur.
Sedangkan banjir yang terjadi di Kecamatan Cibeber dan Campaka belum dapat dipastikan penyebabnya, sehingga pihaknya segera melakukan pemeriksaan ke lapangan sebagai upaya mencari solusi agar banjir tidak kembali terjadi.
Namun, ungkap dia, banjir di Cibeber dan Campaka diduga karena meluapnya aliran Sungai Cikondang, sehingga harus dilakukan pemeriksaan langsung hingga ke bagian hulu guna memastikan tidak terjadi kerusakan lingkungan atau penyebab lainnya.
Baca Juga: Kali Sindang Barang Meluap, 30 Rumah di Ciomas Terendam Banjir
"Kami segera menurunkan tim dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Cianjur untuk memeriksa setiap hulu sungai yang sering terjadi banjir menimpa perkampungan dan jalan raya," katanya.
Sementara warga di Jalan Raya Ciherang-Pacet, berharap perbaikan saluran air di pinggir jalan nasional segera dilakukan agar tidak menyebabkan banjir ketika hujan turun deras, akibatnya landasan jalan tertutup air, sehingga kendaraan sulit melintas dan kerap terjadi kecelakaan tunggal.
Setelah banjir surut, landasan jalan tertutup lumpur dan sampah yang terbawa banjir, bahkan tidak jarang air bah, sampah, dan batu bercampur lumpur masuk ke dalam rumah warga di jalur utama Puncak-Cianjur itu.
"Kami berharap perbaikan segera dilakukan, ini sudah puluhan tahun terjadi, namun belum mendapat tanggapan dari pemerintah daerah hingga pusat karena jalan ini merupakan jalan nasional, kalau hujan deras landasan jalan tertutup sulit dilalui kendaraan," kata warga Ciherang Cepi Murodhi (40). [Antara].
Berita Terkait
-
Kali Sindang Barang Meluap, 30 Rumah di Ciomas Terendam Banjir
-
Daftar 5 Desa Terdampak Longsor di Cianjur: Jembatan Putus, Belasan Rumah Terancam
-
Target Idul Adha Mulus! Rudy Susmanto Kejar Pembangunan 14 Jembatan Terputus di Bogor
-
Bukan Sampah! Terungkap Penyebab Banjir Bojonggede
-
Banjir Tenjo Surut, Warga Ciomas Mulai Kembali ke Rumah dan Beraktivitas
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV
-
KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor
-
Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Pencegahan Politik Uang Lewat Desa Anti Politik Uang
-
Viral Aksi Tak Senonoh Dua Pria di Perbukitan Purasari, Polres Bogor Amankan Pelaku
-
DPRD Kota Bogor Apresiasi Relawan TPAS Galuga