- Polisi menangkap pelaku pembacokan terhadap seorang pegawai toko roti di Cengkareng, Jakarta Barat, di wilayah Bogor pada Senin malam.
- Kejadian tersebut dipicu oleh emosi pelaku akibat sepeda motor miliknya tidak sengaja tersenggol oleh korban saat berjalan kaki.
- Korban berinisial A meninggal dunia akibat luka tusukan senjata tajam setelah sempat meminta pertolongan warga di lokasi kejadian.
SuaraBogor.id - Pelaku pembacokan pegawai toko roti hingga tewas di Jalan Pedongkelan Dalam, Kapuk, Cengkareng pada Senin (4/5) malam berhasil diringkus satuan gabungan Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat.
Kasat Reskrim Polres Sipayung Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan, mengatakan bahwa pelaku ditangkap di daerah Bogor pada Senin (4/5) sekira pukul 23.00 WIB.
"Sudah ditangkap semalam, pukul 23.00 WIB di daerah Bogor," kata Arfan.
Dalam insiden tragis tersebut, kata dia, polisi tidak menemukan motif dendam lama dari pelaku. Pembacokan maut itu rupanya hanya dipicu hal sepele, yakni sepeda motor pelaku tak sengaja tersenggol korban yang tengah berjalan.
"Jadi, katanya (pelaku) korban nyenggol motornya (pelaku). Si pelaku ini emosi (marah). Bahasanya, (pelaku) 'kamu tuh, rusak motor saya'," kata Arfan menirukan perkataan pelaku.
Korban, kata dia, sempat meminta maaf, namun pelaku yang sudah 'naik pitam' tak sudi menerima permintaan maaf tersebut. "Setelah itu kejadian lah. Jadi 'senggol bacok'," kata Arfan.
Pelaku, lanjut dia, memang selalu membawa senjata tajam, namun motif pelaku membawa senjata itu masih ditelusuri.
"Ya satu sisi belum tau, tapi memang selalu ada di tubuhnya itu (senjata tajam). Intinya sudah dapat itu pelaku, satu orang. Penangkapan di hari yang sama," ujarnya.
Sebelumnya, korban pembacokan berinisial A di Jalan Pedongkelan Dalam, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin, ternyata sempat minta tolong sebelum akhirnya tewas akibat luka tusukan.
Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Bahas 3 Perda Strategis dan Evaluasi Kinerja Pemkot
Hal itu disampaikan oleh teman korban bernama Bima yang menyaksikan detik-detik korban meregang nyawa usai pembacokan.
"Jadi saya lihat tuh, (korban) sempat gemetar, minta tolong, minta tolong gitu," kata Bima kepada wartawan di lokasi, Senin sore.
Bima awalnya sempat mengobrol dengan korban saat korban pergi membeli pulsa ke toko yang tidak jauh dari toko roti tempat korban bekerja.
Tak berselang lama, Bima mendengar teriakan histeris dari warga di dekat lokasi kejadian. "Awalnya saya dengar yang teriak-teriak tuh. Pas cek keluar ternyata ada itu. Terus saya diminta buat manggilin abang iparnya (korban) ke toko roti," kata Bima.
Usai kejadian yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu, warga pun segera menghubungi pihak kepolisian.
Beberapa waktu kemudian, petugas polisi tiba di lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Berita Terkait
-
Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor Bahas 3 Perda Strategis dan Evaluasi Kinerja Pemkot
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Kali Sindang Barang Meluap, 30 Rumah di Ciomas Terendam Banjir
-
Datangi Gedung Tegar Beriman, Massa Aksi Minta Bupati Bogor Sampaikan Aspirasi ke Dedi Mulyadi
-
Ribuan Warga Bogor Barat Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Tambang Dibuka Kembali: Kami Harus Makan Apa?
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor
-
Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027
-
Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah
-
Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter