- Ribuan warga Bogor Barat berunjuk rasa di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, pada Senin, 4 Mei 2026.
- Massa menuntut pembukaan kembali tambang legal dan penyaluran bantuan sosial yang belum terealisasi secara menyeluruh.
- Penutupan tambang sejak September 2025 menyebabkan ekonomi warga merosot tajam serta meningkatkan angka kriminalitas di wilayah tersebut.
SuaraBogor.id - Gelombang keresahan dari wilayah Bogor Barat kembali membanjiri pusat pemerintahan di Cibinong. Ribuan warga dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang kembali menyuarakan tuntutan keras di depan Gedung Tegar Beriman, gerbang kantor Bupati Bogor, pada Senin, 4 Mei 2026.
Kali ini, mereka tidak hanya mendesak Bupati Bogor untuk meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), membuka kembali tambang legal, tetapi juga menagih janji bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum terealisasi secara menyeluruh.
Sejak Gubernur Dedi Mulyadi menghentikan aktivitas tambang di Bogor Barat pada akhir September 2025, ekonomi warga di tiga kecamatan tersebut merosot tajam.
Koordinator aksi, Asep Fadlan, menegaskan bahwa situasi ini sudah masuk tahap darurat. "Yang kami tanyakan sederhana, kapan tambang legal dibuka kembali? Kami butuh aktivitas supaya masyarakat bisa bekerja lagi," katanya, dilansir dari MetroBogor - jaringan Suara.com.
Tak hanya itu, massa aksi juga menagih janji Gubernur Jabar KDM terkait bantuan sosial atau bansos bagi warga terdampak penutupan tambang.
Menurutnya, realisasi bantuan tersebut belum dirasakan secara menyeluruh.
"Bantuan sosial yang dijanjikan itu belum jelas. Padahal itu disampaikan langsung oleh Pak Gubernur KDM," ungkapnya.
Selain orasi, massa aksi juga menggelar doa bersama dan istighosah sebagai bentuk ikhtiar, berharap pemerintah segera mengambil keputusan.
"Kami tidak anarkis. Hari ini kami istighosah, berdoa agar pemimpin kami dibukakan hatinya," sambungnya.
Baca Juga: Ribuan Warga Bogor Barat Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Tambang Dibuka Kembali: Kami Harus Makan Apa?
Asep mengungkapkan, selama hampir delapan bulan sejak tambang dihentikan, ekonomi warga di tiga kecamatan tersebut merosot tajam, bahkan disebutnya sudah masuk tahap darurat.
"Kriminalitas meningkat, pencurian dan curanmor mulai marak. Masyarakat juga sulit beralih profesi karena keterbatasan keterampilan," jelasnya.
Data sementara yang ia dapat, sekitar 19 ribu kepala keluarga terdampak. Namun, jumlah riil diperkirakan bisa mencapai 40 hingga 50 ribu warga di wilayah Bogor Barat.
Meski tekanan ekonomi semakin terasa, Asep memastikan aksi tetap berlangsung damai dan humanis.
"Kami tetap bersolawat dan berdoa. Mudah-mudahan ada solusi. Kami ingin didengar," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ribuan Warga Bogor Barat Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Tambang Dibuka Kembali: Kami Harus Makan Apa?
-
Tak Cuma Andalkan Ijazah, Menaker Yassierli Sebut Skill Jadi Kunci Utama Dunia Kerja
-
Tragedi Curug Cisadane Bogor: Asyik Berfoto, Tiga Wisatawan Terseret Arus
-
Kepung Kantor Bupati Bogor Besok, 3.000 Warga Parungpanjang Gelar Istigosah Tuntut Kejelasan Tambang
-
Kisah Perjuangan Eman: Tempuh Jalan Kaki Demi Operasi Katarak Gratis, Kini Raih Cahaya Hidup
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Datangi Gedung Tegar Beriman, Massa Aksi Minta Bupati Bogor Sampaikan Aspirasi ke Dedi Mulyadi
-
Ribuan Warga Bogor Barat Geruduk Kantor Bupati, Tuntut Tambang Dibuka Kembali: Kami Harus Makan Apa?
-
Tak Cuma Andalkan Ijazah, Menaker Yassierli Sebut Skill Jadi Kunci Utama Dunia Kerja
-
Tragedi Curug Cisadane Bogor: Asyik Berfoto, Tiga Wisatawan Terseret Arus
-
Kepung Kantor Bupati Bogor Besok, 3.000 Warga Parungpanjang Gelar Istigosah Tuntut Kejelasan Tambang