Andi Ahmad S
Selasa, 21 April 2026 | 16:09 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto memimpin rapat maraton bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) [SuaraBogor/HO/Diskominfo]
Baca 10 detik
  • Bupati Rudy Susmanto menargetkan rekonstruksi 14 jembatan terputus akibat banjir di Kabupaten Bogor selesai sebelum Iduladha 2026.
  • Pemerintah Kabupaten Bogor mengabaikan batasan kewenangan dan berkolaborasi lintas sektor untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jembatan tersebut.
  • Langkah konkret pembangunan dimulai pada 21 April 2026 guna memulihkan aksesibilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi daerah.

SuaraBogor.id - Tantangan bencana, khususnya banjir yang melanda puluhan wilayah di Kabupaten Bogor, tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk terus bergerak cepat dan berlari dalam menguatkan sinergi lintas sektor demi menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi daerah.

Langkah ini menunjukkan keseriusan kepemimpinan daerah dalam melindungi masyarakat dan merumuskan masa depan pembangunan yang lebih tangguh.

Pernyataan Bupati Rudy Susmanto ini disampaikan usai memimpin rapat maraton bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Rapat tersebut secara spesifik membahas penanganan banjir yang tersebar di 34 kecamatan di Kabupaten Bogor. Angka 34 kecamatan ini mengindikasikan bahwa masalah banjir di Kabupaten Bogor memiliki skala yang sangat luas dan kompleks, membutuhkan pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan.

“Berbagai persoalan kita tuntaskan secara bertahap melalui kolaborasi. Malam ini kami telah menyelesaikan rangkaian rapat penting, dan hari ini, 21 April 2026, kita mulai langkah konkret rekonstruksi,” tegas Rudy, kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia mencapai sekitar 6,19 juta jiwa, tersebar di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan memiliki kompleksitas penanganan yang tidak sederhana. Namun demikian, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama percepatan solusi.

Dalam bencana banjir terbaru, tercatat sebanyak 14 jembatan terputus, dengan rincian 1 jembatan kewenangan kabupaten dan 13 jembatan desa. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan tidak lagi membedakan kewenangan dalam situasi darurat.

“Tidak ada lagi sekat kewenangan. Semua kita kerjakan bersama. Dengan dukungan seluruh pihak, termasuk Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Insya Allah 14 jembatan akan kita kejar pembangunannya mulai besok,” ujarnya.

Baca Juga: Perkuat Pembangunan Daerah, Bupati Bogor Rudy Susmanto Galang Sinergi dengan Danjen Kopassus

Pemkab Bogor menargetkan seluruh jembatan penghubung tersebut dapat rampung sebelum Hari Raya Iduladha 2026, guna memastikan aksesibilitas masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi segera pulih.

Lebih lanjut, Rudy juga mengungkapkan bahwa mayoritas banjir yang terjadi merupakan banjir lintasan dengan durasi singkat. Yang patut disyukuri, tidak terdapat pengungsian massal di tenda-tenda, menandakan ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan yang semakin baik.

Keberhasilan ini melanjutkan capaian tahun 2025, di mana 12 jembatan yang sempat terputus menjelang Idulfitri berhasil diselesaikan tepat waktu berkat kerja sama seluruh pihak.

“Bogor terus berbenah. Bogor terus membangun, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat,” tambahnya.

Rudy Susmanto juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, seraya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan.

“Kami mohon maaf belum bisa membahagiakan semua pihak. Namun kami akan terus berupaya maksimal menjadi pelayan masyarakat yang baik. Bencana bukan penghalang, justru menjadi penguat langkah kita menuju Bogor yang lebih maju, aman, adil, dan makmur,” pungkasnya.

Load More