Andi Ahmad S
Kamis, 04 Juni 2026 | 22:49 WIB
Kasus penusukan yang menewaskan siswi SMK bernama Andirana Yubelia Noven Cahya (18), menimbulkan luka mendalam bagi pihak sekolah. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Aktivis PMKRI Cabang Bogor menggelar unjuk rasa di Mapolresta dan Balai Kota Bogor pada Rabu, 3 Juni 2026.
  • Mahasiswa menuntut kepastian hukum atas kasus pembunuhan Adriana Yubelia Noven yang mangkrak selama bertahun-tahun tanpa perkembangan signifikan.
  • Massa mengancam akan melapor ke Komisi III DPR RI jika kepolisian gagal memberikan transparansi serta progres pengungkapan kasus.

SuaraBogor.id - Gelombang kemarahan mahasiswa pecah di jantung Kota Bogor. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor St. Joseph a Cupertino menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Bogor Kota dan Balai Kota Bogor, Rabu (3/6/2026) lalu.

Aksi ini merupakan bentuk mosi tidak percaya sekaligus desakan keras agar pihak kepolisian segera mengungkap tabir gelap kasus pembunuhan Adriana Yubelia Noven Cahya (Noven), yang telah mangkrak selama bertahun-tahun tanpa kepastian hukum.

Dalam orasinya, massa PMKRI menyoroti adanya disparitas atau ketimpangan dalam kecepatan pengungkapan kasus kriminal di wilayah hukum Kota Bogor.

Mereka membandingkan penanganan kasus Noven dengan kasus pembunuhan wanita di Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) yang baru-baru ini berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam.

"Ketika kasus lain bisa cepat selesai, publik berhak curiga: ada apa dengan kasus Noven? Mengapa kasus yang bukti visualnya (CCTV) sudah tersebar luas justru seolah membentur tembok tebal selama bertahun-tahun?" ujar Koordinator Lapangan aksi, Afren, dilansir dari MetroBogor - Jaringan Suara.com.

PMKRI menilai mandeknya kasus ini bukan lagi sekadar kendala teknis lapangan, melainkan telah menjadi indikator menurunnya integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum di mata publik.

Mahasiswa membawa sejumlah tuntutan krusial yang harus dijawab secara terbuka oleh Kapolresta Bogor Kota, di antaranya:

Puluhan siswa dan guru SMK Baranangsiang melakukan tabur bunga dan berdoa bersama di lokasi tewasnya Andirana Yubelia Noven Cahya (18) korban penusukan di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. (Suara.com/Rambiga)
  • Transparansi Penyidikan: Membuka data mengenai jumlah saksi yang telah diperiksa serta hasil pendalaman terhadap lingkungan terdekat korban.
  • Hambatan Teknis: Menjelaskan secara jujur kepada keluarga korban dan publik mengenai kendala utama yang menghalangi tertangkapnya pelaku.
  • Klarifikasi Keterlibatan Pihak Asing: Meminta kejelasan mengenai isu keterlibatan tim investigasi luar negeri (seperti FBI) yang sempat berhembus beberapa waktu lalu namun hingga kini tidak menunjukkan hasil nyata.

PMKRI menegaskan bahwa aksi ini bukanlah sekadar seremonial. Mereka memberikan peringatan keras kepada kepolisian untuk menunjukkan perkembangan signifikan dalam waktu dekat. Jika tidak, mahasiswa mengancam akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional.

“Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan, kami akan membawa kasus ini ke Komisi III DPR RI agar ada pengawasan langsung dan evaluasi terhadap kinerja aparat di Bogor,” tegas Afren.

Baca Juga: Tabrak Jupiter dari Belakang, Pengendara Ninja Tewas di Jalan Raya Parung

Load More