- Pemkot Bogor mengajak perwakilan warga Kayumanis melakukan studi banding ke fasilitas PSEL modern di negara China.
- Langkah ini bertujuan meredam kekhawatiran warga terkait potensi dampak buruk bau dan pencemaran lingkungan akibat pembangunan PSEL.
- Pembangunan PSEL merupakan upaya Pemkot Bogor mengatasi peningkatan volume sampah harian secara modern tanpa sistem open dumping.
SuaraBogor.id - Menanggapi penolakan warga Kayumanis terhadap rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah inovatif.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebutkan bahwa perwakilan warga yang menolak akan diajak untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern di China.
Warga Kayumanis sebelumnya menyuarakan kekhawatiran akan dampak buruk PSEL terhadap kesehatan dan lingkungan, terutama bau tidak sedap dan pencemaran, karena minimnya sosialisasi.
“Dipastikan kalau melihat desain teknologi gedung dan pengelolaan PSEL ini memang seperti mal. Cuma memang warga butuh pembuktian apakah benar tidak menimbulkan bau dan lain-lain,” kata Jenal, dilansir dari Antara.
Menurut dia, ajakan studi banding itu sebelumnya sempat disampaikan pihak Danantara dalam agenda sosialisasi awal kepada masyarakat.
Ia menjelaskan perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah direncanakan mengunjungi langsung fasilitas pengolahan sampah modern di China untuk melihat kondisi pengelolaan sampah berbasis teknologi.
“Pihak Danantara akan mengajak perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah untuk studi banding langsung ke China, menyaksikan bagaimana sebenarnya kondisi pengelolaan sampah,” ujarnya.
Meski demikian Wakil Wali Kota Jenal mengaku belum mengetahui secara rinci waktu maupun mekanisme keberangkatan studi banding tersebut.
Pemkot Bogor memastikan fasilitas yang direncanakan berbeda dengan sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping seperti yang selama ini dikhawatirkan masyarakat.
Baca Juga: Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga
Pemkot Bogor menyebut pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya jangka panjang mengatasi persoalan sampah di Kota Bogor yang volumenya terus meningkat setiap hari.
Diketahui, sejumlah warga di wilayah Kayumanis menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di lingkungan mereka.
Warga khawatir keberadaan fasilitas tersebut akan menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar.
Selain itu warga menilai lokasi pembangunan PSEL berada di kawasan permukiman padat penduduk sehingga dinilai kurang tepat.
Tag
Berita Terkait
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga
-
Ahmad Aswandi Desak Pemkot Segera Sosialisasi PSEL di Kayumanis Lebih Luas: Warga Butuh Kejelasan
-
Anggota Linmas di Dramaga Tewas Tertimbun Longsor, Bupati Bogor Imbau Warga Waspada
-
4 Poin Utama Penolakan Warga Terhadap Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah di Kayumanis
-
Tolak Bau Busuk, Emak-emak Kayumanis Kompak Hadang Proyek Pengolahan Sampah Pemkot Bogor
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok
-
Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor
-
BRI Catat Investor Baru Wealth Management Tumbuh 280,68 Persen hingga Kuartal II 2026
-
Kebakaran di Kota Bogor Hanguskan 5 Bangunan dan 1 Mobil
-
Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV