Andi Ahmad S
Rabu, 06 Mei 2026 | 19:33 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin. ANTARA/M Fikri Setiawan
Baca 10 detik
  • Pemkot Bogor mengajak perwakilan warga Kayumanis melakukan studi banding ke fasilitas PSEL modern di negara China.
  • Langkah ini bertujuan meredam kekhawatiran warga terkait potensi dampak buruk bau dan pencemaran lingkungan akibat pembangunan PSEL.
  • Pembangunan PSEL merupakan upaya Pemkot Bogor mengatasi peningkatan volume sampah harian secara modern tanpa sistem open dumping.

SuaraBogor.id - Menanggapi penolakan warga Kayumanis terhadap rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah inovatif.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebutkan bahwa perwakilan warga yang menolak akan diajak untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern di China.

Warga Kayumanis sebelumnya menyuarakan kekhawatiran akan dampak buruk PSEL terhadap kesehatan dan lingkungan, terutama bau tidak sedap dan pencemaran, karena minimnya sosialisasi.

“Dipastikan kalau melihat desain teknologi gedung dan pengelolaan PSEL ini memang seperti mal. Cuma memang warga butuh pembuktian apakah benar tidak menimbulkan bau dan lain-lain,” kata Jenal, dilansir dari Antara.

Menurut dia, ajakan studi banding itu sebelumnya sempat disampaikan pihak Danantara dalam agenda sosialisasi awal kepada masyarakat.

Ia menjelaskan perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah direncanakan mengunjungi langsung fasilitas pengolahan sampah modern di China untuk melihat kondisi pengelolaan sampah berbasis teknologi.

“Pihak Danantara akan mengajak perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah untuk studi banding langsung ke China, menyaksikan bagaimana sebenarnya kondisi pengelolaan sampah,” ujarnya.

Sejumlah Ibu-ibu di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal Menolak Pembangunan fasilitas pengolahan sampah [SuaraBogor/Warga]

Meski demikian Wakil Wali Kota Jenal mengaku belum mengetahui secara rinci waktu maupun mekanisme keberangkatan studi banding tersebut.

Pemkot Bogor memastikan fasilitas yang direncanakan berbeda dengan sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping seperti yang selama ini dikhawatirkan masyarakat.

Baca Juga: Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga

Pemkot Bogor menyebut pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya jangka panjang mengatasi persoalan sampah di Kota Bogor yang volumenya terus meningkat setiap hari.

Diketahui, sejumlah warga di wilayah Kayumanis menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di lingkungan mereka.

Warga khawatir keberadaan fasilitas tersebut akan menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

Selain itu warga menilai lokasi pembangunan PSEL berada di kawasan permukiman padat penduduk sehingga dinilai kurang tepat.

Load More