Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Kamis, 24 Agustus 2023 | 16:55 WIB
Ilustrasi Acara Bogorfest [Dok Jabarprov]

SuaraBogor.id - Festival rakyat alias Bogor Fest 2023 baru-baru ini menjadi kontroversi gara-gara sejumlah kebijakan yang diambil oleh Event Organizer (EO) dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Bogor Fest 2023 yang berlangsung 4 hari mulai 24-27 Agustus 2023 itu dinilai merugikan sebagian masyarakat dan para kades di Kabupaten Bogor.

Berikut kebijakan-kebijakan kontroversi dalam Bogor Fest 2023 yang dihimpun Suarabogor.id.

1. 'Memalak' Kepala Desa

Baca Juga: Jalan Sehat Berbayar di Bogor Fest 2023, Iwan Benarkan Pemkab Bogor Surati Kades untuk Bayar Rp500 Ribu

Kontroversi Bogor Fest 2023 bermula saat sejumlah kepala Desa di Kabupaten Bogor menyayangkan surat Nomor Surat 400.14.1.3/345 yang ditandangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor.

Pasalnya, dalam surat tersebut, pemerintah Kabupaten Bogor menyarankan para kades untuk iuran sebanyak Rp500 Ribu untuk melancarkan pesta rakyat yang dijadikan branding pemerintah tingkat Kabupaten Bogor.

Namun, Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengaku, surat tersebut tidak mewajibkan kepada para kepala desa untuk membayar Rp500.

Iwan menyebut bahwa uang Rp500 itu diperuntukkan bagi pembayaran kupon doorprize yang harganya Rp50 Ribu. Para kades diminta mendelegasikan 10 orang untuk ikut kegiatan itu.

"Memang ada surat itu di luar dari Bogor Fest. Ada namanya Jalan Sehat, kalau Bogor Fest yang sekarang itu ga ada biaya, barusan rapat juga ga ada biaya apa-apa," kata Iwan, Selasa 22 Agustus 2023.

Baca Juga: Sudah Ada Anggaran dari Pemerintah, Acara Jalan Sehat di Bogor Fest 2023 Berbayar, Kok Bisa?

2. Jalan Sehat Bogor Fest Bukan Acara Partai

Load More