SuaraBogor.id - Pelatih Persikabo Aji Santoso mempunyai keyakinan bahwa klub Persikabo 1973 bakal keluar dari zona degradasi BRI Liga 1 Indonesia.
Meski, saat ini Persikabo terus-terusan kalan dan baru menang sekali lawan RANS Nusantara, Aji Santoso akan mengeluarkan berbagai cara untuk klub kebanggaan warga Bogor itu bisa selamat di Liga 1.
Saat ini Persikabo berada di urutan ke 17, di atas Bhayangkara dan dibawah Arema FC.
Pada putaran kedua Liga 1 2023/2024, Persikabo 1973 telah melakoni tiga pertandingan, yang hasilnya mencatatkan satu kemenangan dan dua kekalahan.
Baca Juga: Baru Menang Sekali Lawan RANS Nusantara, Persikabo Kembali Kalah Usai Dipermalukan Persija 4-0
Laga terbaru, Persikabo 1973 takluk 3-1 dari PSM Makassar pada pekan ke-20 kompetisi.
"Sudah tiga pertandingan, 2 kalah, 1 menang, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami," katanya kepada wartawan,
Aji Santoso berujar bahwa anak asuhnya tidak boleh berleha-leha menatap sisa kompetisi, pasalnya total masih terdapat 14 pertandingan yang akan dilalui Persikabo 1973.
Persikabo Tumbangkan RANS Nusantara FC
Klub kebanggaan warga Bogor Persikabo 1973 akhirnya berhasil meraih kemenangan perdana di bawah asuhan pelatih Aji Santoso.
Baca Juga: Persikabo Mulai Bangkit Tumbangkan RANS Nusantara FC, Akankah Persija Jadi Korban Selanjutnya?
Saat itu, Persikabo 1973 menorehkan kemenangan perdana dan mengalahkan klub milik Raffi Ahmad, Rans Nusantara FC dengan skor 2-1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu.
Kemenangan itu diraih Aji Santoso setelah menjalani sembilan laga dengan klub barunya itu tanpa poin penuh, demikian catatan Liga Indonesia.
Kemenangan Persikabo 1973 pada pertandingan itu hadir berkat gol yang dicetak Kevan Aleman dan Manahati Lestusen, sedangkan Rans Nusantara FC sempat unggul terlebih dahulu lewat Tavinho.
Merayakan kemenangan pertamanya musim ini, Persikabo 1973 masih tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan 14 poin dari 18 laga, sedangkan Rans Nusantara FC berada di posisi enam dengan 30 poin.
Berita Terkait
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Ingatkan Patrick Kluivert: Jangan Tiru Belanda
-
Persikabo 1973 Tragis: Dari Liga 1 Jatuh ke Liga 2, Kini Terdegradasi ke Liga Nusantara
-
Aji Santoso: Tiga Pelatih Lokal Asisten Patrick Kluivert
-
Nasib Pemain Argentina di Liga Indonesia: Dituding Jadi Penculik Anak
-
Marselino Ferdinan Jadi Tulang Punggung di AFF, Legenda Timnas Indonesia Buka Suara
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Atalia Praratya Ungkap Isi Hati Soal Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil
-
Neraka Macet di Puncak Bogor, Jalur Alternatif Cibalok Bikin Wisatawan Sengsara
-
Kecelakaan Maut di Bandung, Suami, Istri dan Keponakan Asal Depok Tewas di Jalur Kamojang
-
Antisipasi Letusan Freatik, Pendakian Gunung Gede Diperpanjang Penutupannya
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai