SuaraBogor.id - Kasus judi online saat ini tengah menjadi sorotan semua pihak, salah satunya dari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi atau RSMM Bogor, Jawa Barat.
Kini RS Marzoeki Mahdi yang menampung orang gila atau orang dengan gangguan kejiwaan tersebut membuka pelayanan bagi pecandu judi daring atau judi online sebagai penanganan adiksi perilaku.
Dirut RSMM dr Nova Riyanti Yusuf mengatakan, program penanganan adiksi perilaku ini dari awal sudah berjalan. Namun akan ditambah di Instalasi Pemulihan Ketergantungan NAPZA.
“Nanti kita lebih "official" saja menampilkan sebagai bahwa ini bukan hanya instalasi penyalahgunaan NAPZA, tetapi juga ada penanganan adiksi perilaku,” kata Nova.
Lebih lanjut, Nova menyampaikan, RSMM termasuk tim medis dan keperawatan telah berdiskusi panjang untuk menghadapi fenomena kecanduan judi online ini. Di mana kecanduan judi online berkaitan dengan adiksi atau kecanduan dalam konteks perilaku.
“Selama ini kan kita terbiasa dengan NAPZA kan ya, nah ini yang perilaku nih. Seperti penggunaan gadget kan, bermain game, ada yang seks dan pornografi, judi, termasuk belanja ya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, fenomena kecanduan judi online tidak bisa diabaikan. Nova menyebut, kecanduan judi online ini termasuk dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) V, dan sudah masuk dalam kategori gambling disorder atau gangguan gambling.
Sejauh ini, kata Nova, RSMM saat ini merawat satu orang pasien kecanduan judi online. Namun tak memungkiri banyak pasien yang melakukan rawat jalan juga.
“Karena ada yang datang dengan cemas ya keluhannya. Kemudian masalah kepribadian dan itu semua masuk dalam payung besar gangguan jiwa,” jelasnya.
Baca Juga: AHY Diminta Turun Tangan Urai Benang Kusut Sertifikat Tanah di Bogor
Sorotan dari Tokoh Agama
Kasus judi online di Indonesia nampaknya sudah harus menjadi perhatian wajib bagi pemerintah dan aparat penegak hukum (Polisi).
Pasalnya, berdasarkan data yang diterima, tercatat puluhan ribu anak di bawah 10 tahun terjerat judi online. Tentunya, hal ini menimbulkan dampak kurang baik bagi ganerasi muda.
Salah satu desakan yang diutarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten. Mereka meminta semua pihak untuk mencegah anak-anak terlibat judi dalam jaringan (daring) atau online.
"Kita tentu merasa prihatin sekali ketika banyak anak-anak usia 10 tahun ke bawah terlibat judi online hingga mencapai 80 ribu itu," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudori.
Penanganan judi online yang dialami anak-anak di bawah usia 10 tahun ke bawah itu perlu ditangani secara serius baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Bagaimana ke depan moral bangsa jika anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) itu sudah terlibat perjudian yang dilarang agama dan negara.
Pencegahan anak-anak yang terlibat judi online itu harus bergerak cepat dengan melibatkan semua pihak mulai kepala daerah, legislatif, orang tua, sekolah, pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga ketua rukun warga lingkungan setempat.
Hal itu jika penanganan anak-anak tidak cepat dilakukan maka dikhawatirkan judi online semakin membudaya di masyarakat.
Berdasarkan laporan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam ) Hadi Tjahjanto sedikitnya 80.000 anak berusia di bawah 10 tahun terlibat judi online.
Angka tersebut mencapai 2 persen dari seluruh pemain judi online di Indonesia.
"Kami berharap semua elemen dapat melakukan pengawasan dan pembinaan secara berkelanjutan untuk mencegah anak-anak terlibat judi online," kata Kiyai Ahmad. [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
BRI Perluas Pemberdayaan, Desa BRILiaN 2026 Siap Cetak Desa Unggul dan Mandiri
-
BRI Debit FC Barcelona Perkuat Positioning BRI di Tengah Antusiasme Fans
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Mantan Kades di Caringin Ditusuk Tetangga, Pelaku Diduga Rencanakan Pembunuhan