SuaraBogor.id - Pasangan calon wali kota Depok, Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi Arafiq akan bertarung di Pilkada 2024, Kota Depok, Jawa Barat.
Kedua bakal calon tersebut sudah melakukan pendaftaran untuk menjadi calon wali kota dan wakil wali Kota Depok.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Jawa Barat memastikan hanya dua pasang bakal calon wali kota dan wakil wali kota Depok di Pilkada 2024 yang resmi mendaftar.
"Kami membuka tiga hari pendaftaran. Dua hari pertama tak ada yang mendaftar. Di hari terakhir ada dua pasang calon yang memberikan berkas pendaftaran," kata Ketua KPU Kota Depok Willi Sumarlin.
Willi mengatakan pendaftaran di hari terakhir pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang datang pertama yakni Imam Budi Hartono dan Ririn Farabi Arafiq.
Pasangan ini diusung dua partai politik yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Golkar.
"Pertama pagi jam 10.00 an dari pasangan Bapak Imam Budi Hartono dan Ibu Ririn Farabi Arafiq. Jumlah dukungan kurang lebih 400.000 sekian suara," kata Willi.
Willi mengatakan syarat pendaftaran Imam - Ririn yang diusung oleh dua partai ini sudah cukup dari batas minimal.
"Pasangan Imam-Ririn sudah lebih dari cukup dari batas minimal yang dapat mengusung pasangan calon walikota ataupun wakil walikota yaitu sebesar 6,5 persen atau jika dikonversi menjadi 70.000 sekian suara,"kata Willi.
Sedangkan untuk pasangan calon Supian Suri dan Chandra Rahmansyah diusung oleh 12 partai politik mendaftar pada pukul 14.00 WIB.
"Pasangan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah yang diusung oleh 12 partai politik. Yang jika ditotal kurang lebih jumlahnya ada 600.000 sekian suara, yang memberikan dukungan," ungkap Willi.
Lebih lanjut kata Willi tahapan Pilkada Depok selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto tanggal 31 Agustus sampai 1 September 2024.
"Kemudian kita akan verifikasi administrasi sampai dengan nanti penetapan pada tanggal 22 September, dilanjutkan dengan pengundian nomor urut pada tanggal 23 September 2024," pungkasnya. [Antara].
Berita Terkait
-
Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Wali Kota Depok Bisa Dijerat UU Tipikor?
-
Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi
-
Wamenaker Noel Sowan ke Markas FPI, Habib Rizieq Minta Tekan Angka Pengangguran
-
Bima Arya Pastikan Wali Kota Depok Akan Ditegur, Imbas Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
-
Wali Kota Depok Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, KPK: Mestinya Cegah Penyalahgunaan Fasilitas
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota, Potret Kesemrawutan yang Tak Kunjung Usai
-
Kades di Bogor Terbukti Minta THR Rp165 Juta ke Perusahaan, Rudy Susmanto Perintahkan Inspektorat
-
Kepadatan Puncak Bogor Tak Terbendung, One Way Arah Jakarta Diperkirakan Sampai Pukul 18.00 WIB
-
Kang Dedi Mulyadi Lapor! Ada Dugaan Pemotongan THR Sopir Angkot di Puncak Bogor
-
Puncak Macet Parah! One Way Diberlakukan Sampai Sore Nanti