Scroll untuk membaca artikel
Andi Ahmad S
Senin, 31 Maret 2025 | 18:40 WIB
Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor memamerkan hasil karya fotografi dalam acara open house Idulfitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. [PFI Bogor]

SuaraBogor.id - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor memamerkan hasil karya fotografi dalam acara open house Idulfitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Acara yang berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin (31/3), menampilkan 60 karya foto yang mengabadikan momen kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bogor dari masa ke masa.

Open house ini terbuka untuk seluruh masyarakat. Pemkab Bogor juga menyediakan jajanan UMKM serta berbagai hidangan khas Lebaran untuk menjamu para pengunjung.

Di sela acara, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyempatkan diri untuk melihat hasil jepretan karya PFI Bogor. Ia mengapresiasi pameran tersebut dan berharap karya-karya fotografi jurnalistik dapat lebih banyak ditampilkan di ruang-ruang publik.

Baca Juga: Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman

"Karya seperti ini luar biasa. Namun, kita ingin agar foto-foto jurnalistik dari anak-anak muda berbakat ini juga dipamerkan di seluruh gedung milik Pemerintah Kabupaten Bogor agar dapat dinikmati masyarakat," ujar Rudy.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan bahwa pameran foto PFI Bogor bukan sekadar menampilkan gambar, tetapi juga menjadi cerminan perjalanan panjang Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan berbagai tokoh.

"Kita bisa melihat sejarah yang terekam dalam foto, seperti sosok Presiden Joko Widodo bersama mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin, kemudian ada juga Ibu Nurhayanti, perempuan hebat Kabupaten Bogor," katanya.

Selain itu, pameran ini juga menampilkan potret sinergi antara Pemkab Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor, termasuk dokumentasi kepemimpinan Ade Yasin dan Iwan Setiawan sebagai Pejabat Bupati Bogor.

"Ini adalah bukti perjalanan panjang Kabupaten Bogor. Bogor tidak dibangun dalam sehari, tetapi melalui kebersamaan seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh yang telah berkontribusi," pungkasnya.

Baca Juga: Wali Kota Bogor dan Ribuan Warga Gelar Shalat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor

Informasi Tambahan Untuk Pemudik

Berikut Ini Tips Mudik Aman

Mudik Lebaran bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan jika dipersiapkan dengan baik. Berikut beberapa tips agar perjalanan mudik Anda aman dan nyaman:

1. Persiapkan Kendaraan dengan Baik

Periksa kondisi mesin, oli, rem, ban, dan aki.

Pastikan bahan bakar terisi penuh sebelum berangkat.

Bawa perlengkapan darurat seperti ban serep, dongkrak, dan toolkit.

2. Pastikan Kondisi Fisik Prima

Istirahat cukup sebelum perjalanan.

Jangan memaksakan diri menyetir dalam kondisi mengantuk.

Jika perjalanan jauh, istirahat setiap 3-4 jam.

3. Manfaatkan Teknologi untuk Pantau Lalu Lintas

Gunakan aplikasi seperti Google Maps atau Waze untuk memantau kepadatan jalan.

Ikuti akun resmi Dishub atau kepolisian untuk info arus mudik.

4. Bawa Bekal dan Uang Tunai Secukupnya

Siapkan makanan ringan dan air mineral untuk di perjalanan.

Simpan uang tunai secukupnya untuk tol dan kebutuhan mendesak.

5. Waspada Keamanan dan Barang Bawaan

Simpan barang berharga di tempat aman dan jangan mencolok.

Pastikan rumah yang ditinggalkan aman (kunci pintu, cabut listrik yang tidak perlu).

Laporkan ke RT/RW atau tetangga jika meninggalkan rumah dalam waktu lama.

6. Hindari Jam-Jam Padat

Berangkat lebih awal atau setelah puncak arus mudik.

Jika menggunakan transportasi umum, beli tiket jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan.

Makna Lebaran

Lebaran memiliki makna yang lebih dari sekadar perayaan setelah sebulan berpuasa. Berikut beberapa makna penting dari Lebaran:

1. Hari Kemenangan

Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, Lebaran dianggap sebagai hari kemenangan bagi umat Muslim dalam mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan ketakwaan.

2. Momen Silaturahmi

Lebaran menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, saudara, dan teman, mempererat tali silaturahmi, serta menyambung kembali hubungan yang mungkin renggang.

3. Waktu untuk Saling Memaafkan

Tradisi saling memaafkan saat Lebaran mencerminkan nilai kasih sayang dan kebersamaan, di mana setiap orang berusaha untuk memulai kembali dengan hati yang bersih.

4. Simbol Rasa Syukur

Perayaan Idul Fitri juga menjadi bentuk syukur atas segala berkah dan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT, serta kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

5. Kebersamaan dan Berbagi

Lebaran juga identik dengan berbagi, baik dalam bentuk zakat fitrah, sedekah, maupun membagikan kebahagiaan kepada mereka yang kurang mampu.

Dengan segala maknanya, Lebaran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga refleksi spiritual dan sosial untuk menjadi lebih baik dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama.

Load More