-
Kajari Bogor, selaku Ketua Satgas, menegaskan pembangunan Koperasi Merah Putih menggunakan aset pemerintah yang sudah ada, bukan membeli lahan baru.
-
Satgas Percepatan Koperasi Merah Putih fokus verifikasi aset dan tanah kas desa untuk pembangunan, sesuai amanat Inpres Nomor 17 Tahun 2025.
-
Kejaksaan dilibatkan dalam Satgas untuk memastikan aspek hukum dan transparansi penggunaan aset daerah, demi mencegah persoalan hukum di masa depan.
SuaraBogor.id - Isu penggunaan anggaran negara untuk pengadaan lahan seringkali menjadi celah rawan spekulasi dan praktik korupsi. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Kejaksaan Negeri mengambil langkah tegas dan transparan dalam proyek strategis pembangunan Koperasi Merah Putih.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bogor, Denny Achmad, selaku Ketua Satgas Percepatan Koperasi Merah Putih, memastikan bahwa proyek ini tidak akan menghamburkan uang rakyat untuk pembelian tanah.
Sesuai dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025, pembangunan infrastruktur ekonomi kerakyatan ini wajib memanfaatkan aset yang sudah ada.
Langkah haram membeli lahan baru ini bukan tanpa alasan. Denny menegaskan bahwa timnya kini bekerja maraton melakukan verifikasi aset daerah dan tanah kas desa. Tujuannya jelas efisiensi anggaran dan menutup ruang gerak bagi mafia tanah yang kerap bermain dalam proyek pemerintah.
“Dalam Inpres itu tidak ada amanat membeli lahan. Kita gunakan aset pemerintah yang sudah ada,” kata Denny, kepada wartawan, belum lama ini.
Pernyataan tegas ini menjadi jaminan bagi publik, khususnya generasi muda yang concern terhadap isu good governance, bahwa proyek ini dijalankan dengan prinsip kehati-hatian. Inventarisasi aset ini sekaligus menjadi momen bersih-bersih data kekayaan daerah yang selama ini mungkin terbengkalai atau tidak terdata dengan rapi.
“Kita sisir aset satu per satu. Ini sekaligus momentum merapikan kembali data aset daerah,” ujarnya menambahkan.
Satgas Koperasi Merah Putih tidak asal tunjuk lahan. Ada kriteria teknis ketat yang harus dipenuhi agar koperasi yang dibangun nanti benar-benar fungsional dan sustainable.
Denny menjelaskan bahwa setiap lokasi harus memiliki aksesibilitas yang baik, kondisi fisik tanah yang stabil, serta ketersediaan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi.
Baca Juga: Bupati Bogor Tunda Aksi Besar di Pemkab! Pengisian Jabatan Eselon II Digeser, Ada Apa?
Targetnya pun cukup ambisius namun terukur. Rencana pembangunan tahap awal akan mencakup 223 unit koperasi yang ditargetkan mulai konstruksi (groundbreaking) pada Januari 2026. Ini adalah langkah sat-set pemerintah daerah dalam mendongkrak ekonomi desa.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyambut positif keterlibatan aktif Kejaksaan dalam satgas ini. Menurutnya, kehadiran aparat penegak hukum sejak tahap perencanaan adalah strategi cerdas untuk memperkuat aspek legalitas dan meminimalisir sengketa di kemudian hari.
“Pemkab sangat terbantu karena Pak Kajari membantu komunikasi dan memfasilitasi penyelesaian masalah aset,” kata Rudy.
Bagi Rudy, transparansi dalam penggunaan aset daerah adalah harga mati. Ia tidak ingin niat baik membangun ekonomi desa justru tersandung masalah hukum hanya karena status tanah yang tidak jelas. Dengan pelibatan Kejaksaan, proses bersih-bersih aset ini menjadi lebih cepat dan berkekuatan hukum tetap.
“Transparansi dalam penggunaan aset daerah menjadi komitmen pemerintah agar pembangunan koperasi tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Bupati Bogor Tunda Aksi Besar di Pemkab! Pengisian Jabatan Eselon II Digeser, Ada Apa?
-
Bupati Bogor Minta Masyarakat Beri Kesempatan Guru Mendidik dengan Cara Terbaik
-
Konser Simfoni Aksara: Alasan Kuat Mengapa Bogor Harus Dicintai dan Dibangun Sama-sama
-
Fantastis! Bogor Targetkan 223 Unit Koperasi Desa 'Merah Putih' Rampung di Januari 2026
-
Pemprov Jabar Garap Jalur Puncak Dua Mulai 2026! Rapat Penentuan Titik Krusial Digelar 27 November
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah
-
Setara Sekolah Swasta Mahal Tapi Gratis, Pemkab Bogor Dongkrak Kapasitas Sekolah Rakyat Jasinga
-
Hitung Kebutuhan Warga Sejak Lahir, Kemendukbangga Luncurkan Peta Jalan Kependudukan Presisi
-
Suhu Panas Picu Lonjakan Api, Damkar Kabupaten Bogor Ajak Warga Saling Tegur dan Waspada
-
Jadwal One Way Puncak Bogor Hari Ini, Minggu 12 Juli 2026: Ganjil Genap Ditiadakan