-
Pemasangan ornamen Kujang raksasa setinggi 14 meter di Tugu Pancakarsa Bogor resmi selesai. Ikon budaya berbahan kuningan senilai 1 miliar rupiah ini memperkuat identitas lokal serta menyempurnakan estetika kawasan Sirkuit Sentul.
-
Pemerintah Kabupaten Bogor menuntaskan revitalisasi Tugu Pancakarsa dengan menambahkan mahkota Kujang kuningan. Proyek ikonik ini bertujuan mempertegas karakter sejarah Tanah Sunda sekaligus mempercantik tata kota agar terlihat lebih megah dan elegan.
-
Tugu Pancakarsa kini tampil sempurna dengan hiasan Kujang raksasa di puncaknya. Menggunakan material premium dan anggaran revitalisasi yang besar, monumen ini diharapkan menjadi simbol kebanggaan baru bagi warga masyarakat Kabupaten Bogor.
SuaraBogor.id - Wajah simpang Sirkuit Sentul kini berubah total. Tugu Pancakarsa yang menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Bogor akhirnya menyempurnakan tampilannya dengan sebuah mahkota baru yang sangat mencolok.
Bukan sekadar patung semen yang dicat warna emas, ornamen Kujang raksasa yang kini bertengger di puncak tugu tersebut ternyata menyimpan spesifikasi material Sultan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, membocorkan detail teknis yang membuat tugu ini terlihat begitu estetik dan premium.
Rahasianya terletak pada pemilihan bahan baku utama, yakni logam Kuningan.
Penggunaan bahan kuningan ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain daya tahannya terhadap cuaca ekstrem, karakter warna alami kuningan memberikan kesan mewah dan abadi.
Eko Mujiarto menegaskan bahwa Kujang tersebut tidak akan dilapisi cat warna-warni yang norak. Pihaknya membiarkan warna asli logam kuningan memancarkan kilau emasnya sendiri.
"Ngga, nanti paling dipoles ajah sedikit biar agak lebih bagus," ungkap Eko.
Keputusan mempertahankan warna natural ini justru memberikan look yang elegan. "Tetap natural gini atasnya kan dari kuningan, jadi kujangnya nanti dari Kuningan," tambahnya.
Meskipun satu warna dominan, detail pengerjaan tetap diperhatikan. Eko menjelaskan bahwa ada gradasi atau perbedaan tone warna untuk mempertegas bentuk senjata khas Prabu Siliwangi tersebut.
Baca Juga: Jadi Welcoming Icon Baru Bogor, Tugu Pancakarsa Siap Hiasi Feed Instagram: Cek Spot Foto Terbaik!
"Ini gagangnya dari Kuningan juga tetapi warnanya dibedakan antara pisau dengan gagang," jelasnya.
Teknik ini membuat visual Kujang terlihat lebih hidup dan berdimensi saat dilihat dari kejauhan maupun dari jalan tol.
Bukan hanya bahannya yang premium, ukurannya pun tak main-main. Instalasi ini menambah ketinggian tugu secara signifikan, membuatnya terlihat gagah mendominasi cakrawala Sentul.
Eko merinci dimensi konstruksi tambahan tersebut. "Kalo ini tinggi penambahanya untuk tatakannya atau dasarnya itu atau peganganya itu ada 4 meter, sedangkan tinggi kujang sampai ke pisau kujang itu 10 meter, sehingga penambahan existing yang ada tambah 14 meter." imbuhnya.
Eko memastikan keamanannya. "Bahan nya kuningan, cuman kalo berat nanti kita cek lagi berapanya. Tapi usah dikaji udah tim pelaksana dan pengawas sudah sesuai dengan ketentuan yang ada," jelas Eko.
Keindahan visual berbahan kuningan ini merupakan bagian dari proyek penyempurnaan yang menelan anggaran sekitar Rp1 Miliar. Angka tersebut tidak hanya untuk logam kujangnya saja, melainkan paket revitalisasi menyeluruh agar tugu ini benar-benar hidup.
Berita Terkait
-
Jadi Welcoming Icon Baru Bogor, Tugu Pancakarsa Siap Hiasi Feed Instagram: Cek Spot Foto Terbaik!
-
Wajah Baru Simpang Sentul! Tugu Pancakarsa Kini Bermahkota Kujang Raksasa Setinggi 14 Meter
-
Punya Mobil Tapi Masuk Data Miskin? Wali Kota Bogor Bongkar 'Permainan' STNK Majikan
-
Jalan Tegar Beriman Ditutup Total Minggu Pagi Ini, Simak Kantong Parkir dan Jalur Alternatif CFD
-
Niat Seru Main Perosotan Saat Hujan, Bocah 6 Tahun di Klapanunggal Tewas Tenggelam
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Geser Fokus dari Cibinong, Pemkab Bogor Kini 'Keroyok' Penataan Kawasan Parung
-
Cari Healing di Tengah Alam Asri? 5 Rekomendasi Wisata Alam Memukau di Sukamakmur Bogor
-
Dari Komunitas untuk Negeri, BRILink Mekaar Perluas Akses Keuangan Prasejahtera
-
Waspada Cuaca Ekstrem! Pergerakan Tanah Putus Akses Jalan Antardesa di Sukaresmi Cianjur