Andi Ahmad S
Rabu, 29 Juli 2026 | 15:14 WIB
Seleksi terbuka (open bidding) untuk promosi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bogor [SuaraBogor/HO/pemkab Bogor]
Baca 10 detik
  • Pemkab Bogor mengadakan seleksi terbuka jabatan ASN untuk memastikan pejabat dipilih berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan.
  • Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan kebijakan tersebut memberikan kesempatan karier yang setara bagi seluruh aparatur negara.
  • DPRD Bogor mengapresiasi langkah transparan ini guna membangun birokrasi profesional serta mengoptimalkan pelayanan publik bagi masyarakat.

SuaraBogor.id - Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar seleksi terbuka (open bidding) untuk promosi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat apresiasi positif dari kalangan legislatif. Kebijakan berbasis kompetensi ini dinilai menjadi angin segar dalam membangun birokrasi yang lebih profesional dan bersih.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Irvan Maulana, menegaskan bahwa perbaikan kualitas sumber daya aparatur merupakan fondasi utama dalam mengoptimalkan pelayanan publik bagi masyarakat Bogor.

"Komisi I sangat mengapresiasi keberanian Bupati Bogor dalam menerapkan seleksi terbuka ini. Ini adalah langkah konkret dan positif untuk mewujudkan birokrasi yang benar-benar profesional serta transparan," ujar Irvan, Rabu (29/7/2026).

Irvan menilai promosi jabatan melalui mekanisme seleksi terbuka akan memastikan pejabat dipilih berdasarkan kemampuan dan kompetensi, bukan kedekatan.

Menurut dia, proses seleksi juga harus dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ASN, mengingat mekanisme tersebut baru pertama kali diterapkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Untuk menempatkan seseorang pada sebuah jabatan tidak lagi berdasarkan kedekatan, tetapi berdasarkan kompetensi yang telah melewati seleksi ketat," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan seleksi terbuka dilakukan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh ASN dalam mengembangkan karier.

"Kami ingin seluruh aparatur sipil negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkarier melalui proses yang terbuka," kata Rudy.

Sebelumnya, Rudy menyatakan seleksi terbuka jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor dilaksanakan secara transparan dan objektif untuk menjaring ASN terbaik berdasarkan kompetensi. Seluruh ASN yang memenuhi persyaratan diberi kesempatan mengikuti seleksi tanpa memandang organisasi perangkat daerah (OPD) asal.

Baca Juga: Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor Muhamad Zulfikar mengatakan seleksi terbuka tahap kedua mencakup empat formasi kepala bidang setelah sebelumnya dilakukan seleksi untuk dua jabatan sekretaris dinas.

Menurut Zulfikar, setiap formasi diikuti lima peserta terbaik yang lolos melalui delapan tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes berbasis komputer (CAT), hingga penilaian kompetensi sebelum mengikuti wawancara akhir bersama bupati.

Pada seleksi terbuka tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor membuka 31 formasi jabatan di Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang yang diikuti 313 ASN.

Load More