Andi Ahmad S
Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto [Andi Ahmad S/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Bupati Bogor Rudy Susmanto menanggapi insiden viral tukang cukur di Rancabungur terkait pemasangan bendera Merah Putih.
  • Pernyataan tersebut disampaikan di Cibinong pada hari Rabu saat merespons insiden teguran bendera di Desa Bantarkambing.
  • Bupati mengajak masyarakat menjaga persatuan dan memaknai kemerdekaan untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun bangsa.

SuaraBogor.id - Polemik pemasangan bendera Merah Putih yang melibatkan seorang tukang cukur di Kecamatan Rancabungur kini ditanggapi langsung oleh Pemkab Bogor.

Alih-alih memperkeruh suasana, Bupati Bogor Rudy Susmanto justru mengajak warga untuk kembali fokus pada esensi utama kemerdekaan dan semangat kebersamaan.

Ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong pada Rabu, Rudy menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah.

"Buat kami, hal yang penting adalah kita memaknai kemerdekaan hari ini bersama-sama," ungkapnya.

Pernyataan itu disampaikan Rudy ketika ditanya wartawan mengenai kejadian seorang tukang cukur di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur, yang viral di media sosial setelah ditegur karena belum memasang bendera Merah Putih.

Rudy tidak secara khusus mempersoalkan tindakan tukang cukur tersebut. Ia memilih mengingatkan masyarakat mengenai makna pengibaran Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Menurut dia, bendera Merah Putih yang dapat dikibarkan masyarakat saat ini tidak terlepas dari pengorbanan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Kita hanya bisa menyampaikan kepada semua pihak bahwa bendera yang berkibar hari ini, saya selalu menyampaikan, di situ ada jutaan tetesan keringat, ada tetesan darah, ada nyawa para pahlawan, para pejuang kita yang mendahului gugur," ujarnya.

Rudy mengatakan perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti ketika kemerdekaan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Para pejuang masih harus mempertahankan kemerdekaan pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia untuk kembali memperkuat kebersamaan di tengah berbagai perbedaan.

Menurut Rudy, pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota memiliki tugas membangun bangsa bersama masyarakat.

"Kekuatan terbesar kita ada pada seluruh masyarakat yang kita miliki," kata Rudy.

Ia menilai persatuan menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam melanjutkan pembangunan, sehingga perbedaan di tengah masyarakat tidak semestinya menjadi pemicu perpecahan.

"Kunci keberhasilan membangun bangsa hanya satu, kami selalu menyampaikan, benteng pertahanan terakhir bangsa kita adalah persatuan. Musuh utama bangsa kita adalah perpecahan," ujarnya.

Rudy pun mengajak seluruh elemen masyarakat merajut perbedaan dan menjaga kerukunan mulai dari lingkungan terkecil di tingkat RT, RW, desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

Load More