Andi Ahmad S
Senin, 17 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Susanah dan Rumahnya di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Susanah, penjahit kain majun asal Bogor, diperkenalkan Presiden Prabowo sebagai tamu istimewa Sidang Tahunan MPR pada Jumat, 14 Agustus 2026.
  • Presiden keliru menyebut Susanah sebagai buruh pengupas bawang berbayar Rp700 ribu, padahal ia adalah penjahit kain majun berupah Rp700 per kilogram.
  • Kekeliruan data tersebut memicu kebingungan bagi Susanah dan keluarganya, sementara realitas hidupnya tetap berjalan sederhana seperti sediakala.

SuaraBogor.id - Di balik deru mesin jahit tua yang memecah keheningan Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, tersimpan kisah getir tentang perjuangan hidup seorang ibu.

Susanah, bersama suami yang bekerja sebagai kuli bangunan dan tiga orang anak mereka, mendiami sebuah rumah bersahaja yang mulai tergerus waktu.

Dinding batakonya masih polos tanpa polesan cat, keramik lantainya retak, serta kaca depan rumah yang pecah berpadu dengan atap genteng dan bilik tua yang siap menyambut tetesan air saat hujan deras turun.

Namun, keterbatasan fisik tempat tinggalnya tidak pernah memadamkan semangat Susanah.

Dari ruangan kecil berukuran terbatas di RT 1 RW 4 tersebut, jemarinya lincah bergerak sejak pagi hari menyusun dan menjahit potongan-potongan kain sisa.
Kain majun itu diolahnya menjadi lap yang memiliki nilai jual. Mesin jahit dan bahan kain yang dipegangnya memang bukan milik pribadi.

Susanah hanyalah seorang kuli yang menggantungkan napas perekonomian keluarganya pada upah Rp700 per kilogram lap yang selesai dijahit.

Rutinitas Susanah tak berhenti pada tumpukan kain. Selepas tengah hari, sekitar pukul 13.00 WIB, ia membagi tenaganya untuk bekerja sebagai pencuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Tumpukan kain majun dalam karung di samping rumah Susanah di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. [Dziharul Islam Nusantara/Suara.com]

Di sana, ia membersihkan wadah-wadah makanan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), demi mengantongi penghasilan tambahan sebesar Rp100.000 hingga Rp150.000 per hari untuk menopang pendidikan anak-anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP.

Keseharian yang bersahaja ini mendadak menjadi sorotan publik ketika nama Susanah bergema dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD di Jakarta pada Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Disebut Pengupas Bawang oleh Prabowo, Susanah Ternyata Penjahit Lap dan Pencuci Ompreng SPPG

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Susanah sebagai salah satu dari delapan tamu istimewa penerima manfaat program pemerintah.

Namun, kekeliruan fatal terjadi di panggung megah tersebut ketika Presiden menyebut Susanah bekerja sebagai "buruh harian pengupas bawang" dengan bayaran fantastis "Rp700 ribu per kilogram".

Pernyataan tersebut memicu kekagetandan kebingungan bagi keluarga serta warga di kampung halamannya yang mengenal betul bahwa Susanah adalah penjahit kain majun dan pencuci ompreng.

Rasa bingung bahkan dirasakan langsung oleh Susanah yang saat itu masih berada di Jakarta.

Melalui pesan singkat kepada adik iparnya, Wina (38), Susanah mengungkapkan rasa heran atas narasi profesi yang jauh berbeda dengan realitas hidupnya.

Kekeringan informasi tersebut dirasa makin aneh mengingat beberapa hari sebelum keberangkatannya ke ibu kota, sebuah tim meliput dan memotret secara langsung kegiatannya menjahit kain majun di rumah.

Load More