Andi Ahmad S
Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:39 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau Pasar Hewan Jonggol, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Suara/HO-Pemkab Bogor
Baca 10 detik
  • Pemkab Bogor memproyeksikan Pasar Hewan Jonggol sebagai pusat perdagangan ternak utama untuk memperkuat tata niaga lokal.
  • Pasar yang diresmikan tahun 2026 ini berkapasitas ratusan ekor sapi, kerbau, kambing, dan domba per hari operasional.
  • Fasilitas lengkap termasuk pemeriksaan kesehatan hewan bertujuan menciptakan perdagangan ternak yang tertib, aman, serta efektif.

SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten Bogor resmi memproyeksikan Pasar Hewan Jonggol sebagai pusat perdagangan ternak utama di wilayahnya. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat tata niaga sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi para peternak lokal dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Nurhayati, mengungkapkan bahwa pasar ini dirancang dengan daya tampung yang terbilang besar.

"Pasar Hewan Jonggol mampu menampung hingga 700 ekor sapi dan kerbau, serta 250 ekor kambing dan domba. Kehadirannya diharapkan dapat mendongkrak produktivitas, efisiensi tata niaga, hingga memperluas akses pasar bagi para peternak kita," ujar Nurhayati, dilansir dari Antara, Selasa (25/8/2026).

Menurut dia, pembangunan pasar tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam memperkuat sektor peternakan melalui penyediaan sarana perdagangan ternak yang representatif.

Pasar Hewan Jonggol beroperasi setiap Senin dan Kamis dengan kapasitas sekitar 500-700 ekor sapi dan kerbau serta 200-250 ekor kambing dan domba dalam satu hari operasional.

Saat ini sekitar 70 pedagang beraktivitas di pasar tersebut, baik yang berasal dari Kabupaten Bogor maupun sejumlah daerah lainnya.

Nurhayati menjelaskan Pasar Hewan Jonggol dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari ruang transaksi, kandang ternak, ruang pemeriksaan kesehatan hewan, hingga hotel hewan untuk penitipan ternak.

Keberadaan fasilitas pemeriksaan kesehatan, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menciptakan perdagangan ternak yang lebih tertib dan memperhatikan aspek kesehatan hewan.

"Selain menjadi tempat transaksi, pasar ini juga memiliki fasilitas pemeriksaan kesehatan hewan. Ini penting untuk mendukung perdagangan ternak yang lebih tertib, aman, dan memenuhi aspek kesehatan hewan," ujarnya.

Baca Juga: Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Pembangunan Pasar Hewan Bogor di Kecamatan Jonggol merupakan tindak lanjut Keputusan Bupati Bogor tentang Penetapan Pekerjaan Strategis Kabupaten Bogor Tahun 2026.

Nurhayati berharap keberadaan pasar tersebut dapat mempertemukan peternak, pedagang, dan konsumen dalam satu pusat perdagangan sehingga rantai tata niaga komoditas peternakan menjadi lebih efektif.

Dengan fasilitas dan kapasitas yang tersedia, pasar itu juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas peternakan Kabupaten Bogor sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Harapannya, pasar ini dapat menjadi salah satu simpul perdagangan ternak di Kabupaten Bogor yang mampu mempertemukan peternak, pedagang, dan konsumen dengan sistem perdagangan yang lebih baik," kata Nurhayati.

Load More