- Ketua WALHI Jawa Barat Wahyudin Iwang mendesak pemerintah memprioritaskan anggaran mitigasi bencana daripada penanganan pascabencana.
- Realisasi Belanja Tidak Terduga tahun 2026 di Kota dan Kabupaten Bogor telah mencapai puluhan miliar rupiah.
- Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran pencegahan melalui perangkat daerah karena dana darurat khusus untuk keadaan mendesak.
SuaraBogor.id - Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat sekaligus pengamat lingkungan, Wahyudin Iwang, menilai penganggaran penanggulangan bencana perlu mendapat perhatian serius, mengingat tingginya potensi bencana di Jawa Barat, termasuk wilayah Bogor.
Menurutnya, pemerintah perlu memprioritaskan anggaran untuk upaya mitigasi atau pencegahan bencana dibandingkan hanya mengandalkan anggaran untuk penanganan setelah bencana terjadi.
“Kalau bicara soal alokasi anggaran, baiknya itu lebih besar di alokasi anggaran upaya mitigasi daripada pasca,” kata Wahyudin, belum lama ini kepada wartawan.
Ia menilai, kebijakan mitigasi harus disusun berdasarkan tingkat kerawanan bencana di masing-masing wilayah. Salah satu acuannya adalah dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) yang dapat digunakan untuk menentukan skala prioritas penanganan.
“Kalau longsor, misalnya, potensi gerakan tertingginya di mana, terus upaya mitigasinya seperti apa, terus bagaimana mengedukasi masyarakat yang berada berdekatan dengan wilayah tersebut,” jelasnya.
Wahyudin juga menyoroti masih minimnya akses masyarakat terhadap informasi mengenai kawasan rawan bencana dan langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan.
Sorotan tersebut muncul di tengah realisasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) di Kota dan Kabupaten Bogor yang telah mencapai puluhan miliar rupiah.
Di Kota Bogor, pemerintah mengalokasikan BTT sebesar Rp24 miliar dalam APBD murni 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp18 miliar telah digunakan untuk kebutuhan tanggap darurat dan kebutuhan mendesak. Adapun sisa anggaran tercatat sebesar Rp6,3 miliar.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, dari total alokasi BTT sebesar Rp88,1 miliar, realisasi hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp35,9 miliar atau sekitar 41 persen. Dengan demikian, anggaran yang tersisa masih sekitar Rp52,1 miliar.
Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan
Meski demikian, anggaran BTT tidak seluruhnya dialokasikan untuk mitigasi bencana.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Lia Kania Dewi, sebelumnya menjelaskan bahwa BTT diperuntukkan bagi keadaan darurat dan kebutuhan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
Sementara itu, program mitigasi yang telah direncanakan, seperti pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, perbaikan drainase, penguatan kapasitas kebencanaan, hingga kegiatan pencegahan lainnya, pada prinsipnya dianggarkan melalui perangkat daerah terkait dalam APBD.
Wahyudin menegaskan, perencanaan yang matang diperlukan agar penanganan bencana tidak hanya berfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi.
Menurut WALHI, apabila bencana terus berulang di wilayah yang sama, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan mitigasi yang telah dijalankan.
“Kalau bagi kami bukan bicara soal kegagalan lagi, tapi ada unsur pengabaian yang dilakukan oleh mereka,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan
-
Cekcok Iuran Sampah Berujung Penganiayaan, Polisi Ringkus Pelaku Pemukulan Pedagang Sayur
-
Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan
-
Gandeng Pakar hingga Akademisi, WALHI Jabar Harap EIGER Nature Jadi Pilot Project
-
Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan
-
Cekcok Iuran Sampah Berujung Penganiayaan, Polisi Ringkus Pelaku Pemukulan Pedagang Sayur
-
Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan
-
Gandeng Pakar hingga Akademisi, WALHI Jabar Harap EIGER Nature Jadi Pilot Project
-
Dedie Rachim: Leuweung Batutulis Tak Bisa Sepenuhnya Jadi Hutan Kota