- Rektor IPB Dr. Alim Setiawan Slamet hadir di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis pukul 13.30 WIB.
- Kehadiran Alim memenuhi panggilan Seskab Teddy Indra Wijaya, namun ia belum mengetahui kepastian penugasan jabatannya.
- Sejumlah pejabat lain seperti Richard Tampubolon dan Kristomei Sianturi turut hadir di Istana Kepresidenan Jakarta.
SuaraBogor.id - Di tengah isu pelantikan pejabat Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto, Rektor IPB Dr. Alim Setiawan Slamet tampak hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13.30 WIB).
Tampil rapi dengan jas lengkap dan dasi biru, Alim mengungkapkan bahwa kehadirannya merupakan panggilan dari Seskab Teddy Indra Wijaya. Meski demikian, ia belum mau membeberkan tugas atau jabatan yang akan diembannya.
"Saya belum tahu, nanti saja," ucapnya singkat.
Dia menjelaskan sebelum diminta datang ke Istana, dirinya masih berada di kampus untuk menerima asesor.
Saat ditanya mengenai kabar bahwa dirinya akan menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, Alim mengaku belum mengetahui kepastian tersebut.
"Saya belum tahu. Nanti kita lihat lagi," ujarnya.
Alim juga menyatakan dirinya masih aktif menjabat sebagai Rektor IPB.
Hingga kedatangannya di Istana, belum ada kepastian mengenai kemungkinan penugasan Alim dalam Kabinet Merah Putih.
Sebelumnya, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard T. H. Tampubolon dan Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi juga tiba di Kompleks Istana Kepresidenan.
Baca Juga: Polisi Gerebek Lapak di Laladon Bogor, Sita 580 Butir Obat Keras
Beredar kabar di kalangan wartawan Richard akan dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan, sedangkan Kristomei akan menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Suharyanto.
Nampak pula tiba Direktur Jenderal Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko yang dikabarkan akan dilantik sebagai sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). [Antara].
Berita Terkait
-
Polisi Gerebek Lapak di Laladon Bogor, Sita 580 Butir Obat Keras
-
Tragedi Jalan Menurun Puncak: Elf Hilang Kendali, Tabrak Tembok Jembatan Ciawi Hingga Masuk Sungai
-
Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
-
Pemkab Bogor Matangkan Persiapan Porprov 2026, Bidik Kembali Gelar Juara Umum
-
Modal Video CCTV dan Hotline Bang Resmob, Bareskrim Polri Gulung Sindikat Curanmor Cileungsi
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Rektor IPB Alim Setiawan Santer Dikabarkan Jadi Wamentan?
-
Polisi Gerebek Lapak di Laladon Bogor, Sita 580 Butir Obat Keras
-
Tragedi Jalan Menurun Puncak: Elf Hilang Kendali, Tabrak Tembok Jembatan Ciawi Hingga Masuk Sungai
-
BRI Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026, Sabrina dan BRImo Jadi Pendukung Utama
-
Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta