- Nurjana mendaftar seleksi juru parkir di Balai Kota Bogor untuk membiayai sekolah anaknya pada Senin.
- Pemerintah Kota Bogor berencana merekrut tiga puluh juru parkir resmi melalui skema pembagian hasil parkir.
- Wakil Wali Kota Bogor menyatakan skema pembagian hasil dan BPJS Ketenagakerjaan ditargetkan final awal tahun 2027.
SuaraBogor.id - Kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak mendorong Nurjana (42) mendaftar sebagai calon juru parkir (jukir) di Kota Bogor. Ia berharap bisa mendapatkan penghasilan yang lebih rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama biaya sekolah kedua anaknya.
Nurjana menjadi salah satu peserta seleksi calon jukir yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) di Balai Kota Bogor, Senin (19/10/2026).
Ia mengaku mengetahui informasi lowongan tersebut saat sedang berjalan di kawasan Sempur. Setelah menemukan tautan pendaftaran, ia memutuskan mencoba peruntungan dengan melamar pekerjaan tersebut.
Sebelumnya, Nurjana bekerja sebagai tenaga penjualan atau sales promotion girl (SPG). Namun, saat ini ia tidak lagi memiliki pekerjaan tetap dan hanya sesekali menerima pekerjaan lepas.
"Dulu mah SPG saya, nah sekarang lagi enggak kerja, soalnya anak kan lagi sekolah SMA buat bayaran anak juga," kata Nurjana.
Ia menuturkan, suaminya saat ini sudah tidak bekerja secara tetap. Kondisi tersebut membuat penghasilan keluarga tidak menentu karena suaminya hanya sesekali mendapatkan pekerjaan panggilan.
"Kadang ada, kadang enggak ada, tergantung kalau ada rezeki dan kerjaan (panggilan)," ujarnya di Balai Kota Bogor, Senin (19/10/2026).
Di tengah kondisi tersebut, Nurjana berupaya mencari sumber penghasilan sendiri untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Terlebih, kedua anaknya membutuhkan biaya pendidikan yang tidak sedikit.
"Ya, alasan utamanya kebutuhan keluarga sih, karena anak lagi gede-gedenya, biaya sekolah SMA," ungkapnya.
Baca Juga: Daftar Jadi Jukir di Bogor, Eks Ojol Berharap Digaji Bulanan
Nurjana menyadari pekerjaan sebagai jukir mengharuskannya bekerja di lapangan dan menghadapi berbagai kondisi cuaca, termasuk panas dan hujan.
Meski demikian, ia mengaku tidak keberatan dengan kondisi tersebut. Pengalamannya bekerja sebagai SPG dan menerima pekerjaan lepas membuatnya terbiasa beraktivitas di luar ruangan.
"Udah biasa sih ibu mah, kadang juga ada panggilan freelance dan itu kerjanya panas-panasan, jadi biasa aja, insyaallah," imbuhnya.
Ia berharap dapat lolos seleksi agar memiliki sumber penghasilan yang lebih rutin untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai pendidikan kedua anaknya.
Nurjana menjadi salah satu warga yang memanfaatkan kesempatan kerja yang dibuka Pemkot Bogor. Meski demikian, hingga proses seleksi berlangsung, ia masih berstatus sebagai calon jukir dan belum dipastikan diterima.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan Pemkot Bogor berencana merekrut 30 orang pada tahap pertama penerimaan jukir resmi.
Berita Terkait
-
Daftar Jadi Jukir di Bogor, Eks Ojol Berharap Digaji Bulanan
-
Bahas Palestina hingga Perubahan Iklim, Sekjen PBB Bermalam di Kediaman Prabowo di Hambalang
-
Diisukan Gelar Pesta Ultah di Istana Bogor, Syahganda: Itu Jamuan PM Rusia
-
Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak
-
Gempa M 4,1 Guncang Bogor Sore Ini, Warga Rasakan Getaran
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Suami Tak Bekerja, Nurjana Berharap Lolos Jadi Jukir Pemkot Bogor Demi Biaya Sekolah Anak
-
Daftar Jadi Jukir di Bogor, Eks Ojol Berharap Digaji Bulanan
-
Bahas Palestina hingga Perubahan Iklim, Sekjen PBB Bermalam di Kediaman Prabowo di Hambalang
-
BRI KPR Berikan Diskon Properti di Summarecon Expo 2026 Untuk Wujudkan Rumah Impian
-
Diisukan Gelar Pesta Ultah di Istana Bogor, Syahganda: Itu Jamuan PM Rusia