Menohok! Andi Arief Bilang Jokowi Lagi Tidur saat Gempa Majene, Bangun!

Jokowi disuruh banget.

Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 15 Januari 2021 | 10:41 WIB
Menohok! Andi Arief Bilang Jokowi Lagi Tidur saat Gempa Majene, Bangun!
Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19. (Dok: YouTube Sekretariat Presiden)

SuaraBogor.id - Polisiti Demokrat, Andi Arief menuding Presiden Jokowi masih tidur saat gempa Majene, Jumat (15/1/2021) dinihari. Jokowi pun disuruh bangun untuk membuat keputusan agar tak ada korban jiwa lebih banyak. 

Gempa yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju ini terjadi Jumat (15/1/2021) dinihari. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,2.

Andi Arief berharap pemerintah bisa menangani dengan cepat dampak kerusakan gempa yang merusak bangunan hingga merenggut nyawa warga Sulawesi Barat.

"Mudah-mudahan dampak gempa merusak "Sulbar" bisa ditangami dengan cepat," tulis Andi di akut Twitternya, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga:Dampak Gempa 6,2 SR di Majene Sudah Teridentifikasi

Dampak gempa di Majene, Sulawesi Barat [Antara]
Dampak gempa di Majene, Sulawesi Barat [Antara]

Menurut Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat itu, pemerintah harus bertindak cepat menangani bencana alam seperti gempabumi ini.

"Harus ada yang berani membangunkan Presiden dari tidur jika terjadi gempa merusak malam hari. Agar ada tindakan cepat pemerintah dan menteri terkait," kata Andi lagi dalam cuitannya.

Jika pemerintah bergerak cepat sejak malam hari pasca terjadi gempa, paginya langkah penyelamatan akan bisa dilakukan teratur.

"Pagi hari sudah ada langkah kongkret penyelamatan primer dan sekunder. Ujian terbesar itu ada di masa sulit," katanya.

Tangkapan layar cuitan Andi Arief. [Suara/Istimewa]
Tangkapan layar cuitan Andi Arief. [Suara/Istimewa]

Andi juga mengenang peristiwa gempa yang pernah terjadi di era 2004-2011. Menurutnya saat itu, semua musibah alam itu bisa teratasi dengan baik. Bahkan, kata Andi, lembaga internasional dan warga dunia belajar dari keberhasilan itu.

Baca Juga:Situasi di Majene Saat Terjadi Gempa 6,2 SR

"Indonesia pernah masuk dalam "periode teror" gempa dan tsunami 2004-2011, semua teratasi dg baik di tengah keterbatasan. Lembaga internasional dan warga dunia banyak belajar dari keberhasilan itu. Mudah2an ini bukan "periode teror" kedua. Meski kalau datang tak bisa dihindari," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini