Mulai dari menjaga kebersihan tempat, kebersihan badan, memakai masker, pengukuran suhu tubuh, tidak jabat tangan, tidak berkerumun dan hal-hal lain sesuai protokol kesehatan.
Agung mengingatkan, Idul Fitri dijadikan sebagai momentum peningkatan kualitas takwa sebagaimana tujuan berpuasa Ramadhan. Sebagai wahana perwujudan praktik keislaman menyemai nilai-nilai kebaikan, kesalehan, perdamaian, keadilan, kesahajaan, dan sikap tengahan.
"Persaudaraan, saling tolong, kasih sayang, persatuan dan kebajikan utama dalam kehidupan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan semesta. Setiap Muslim jauhi sikap berlebihan, intoleransi, pertikaian, permusuhan dan hal-hal tercela," kata Agung.
Terkait larangan mudik, Muhammadiyah meminta semua warga bangsa mengikuti dengan seksama sebagai ikhtiar mengatasi Covid-19 agar tidak bertambah luas. Walau berat tinggalkan tradisi mudik, lebih maslahat bila semua menunjukkan kearifan kolektif.
Agung mengingatkan, pandemi covid-19 belum berakhir dan tiap warga bangsa harus senantiasa waspada dan disiplin tinggi. Muhammadiyah mengajak warga memaksimalkan berikhtiar, berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar pandemi segera berakhir.
Baca Juga:Muhammadiyah Anjurkan Takbir di Rumah Masing-masing Saja
"Mari kita jadikan momentum Idul Fitri mengaktualisasikan takwa dan kesalehan diri dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, kemanusiaan universal," ujar Agung.