facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bahaya! Kasus Covid-19 Melonjak, BOR di RS Cianjur Mulai Penuh

Andi Ahmad S Senin, 28 Juni 2021 | 17:51 WIB

Bahaya! Kasus Covid-19 Melonjak, BOR di RS Cianjur Mulai Penuh
Bupati Cianjur Herman Suherman [Suarabogor.id/Fauzi Noviandi]

Saat ini sudah mencapai diatas 70 persen. Oleh karena itu pihaknya mulai menambah tempat tidur.

SuaraBogor.id - Bupati Cianjur Herman Suherman menyebutkan tingkat keterisian Bed Occupancy Rate atau BOR di RS Cianjur mulai penuh. Saat ini sudah mencapai diatas 70 persen. Oleh karena itu pihaknya mulai menambah tempat tidur.

"Jadi untuk saat ini, tingkat keterisian BOR disejumlah rumah sakit sudah mencapai di atas 70 persen. di RSUD Pagelaran keterisiannya mencapai 100 persen, RSUD Cimacan 70 persen dan di RSUD Cianjur sebesar 77 persen," kata Herman Pada Wartawa di Pendopo Cianjur, Senin (28/6/2021).

Dalam memaksimalkan pelayanan dan penanganan pasien Covid-19, kata dia, pihaknya telah melakukan penambahan tempat tidur, di rumah sakit yang BOR sudah berada diatas standar WHO 60 persen.

"RSUD Pagelaran telah ditambah sebanyak 30 tempat tidur, RSUD Cimacan ditambah sebanyak 15 tempat tidur. Sedangkan untuk RSUD Sayang kita kembali buka ruangan baru untuk melayani pasien terpapar Covid-19," katanya.

Baca Juga: Unik, Pohon Pisang di Cianjur Punya Puluhan Tandan dan Panjang 2 Meter

Menurutnya, tingginya tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 tersebut, karena disebabkan oleh, meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selama beberapa pekan terakhir.

"Secara keseluruhan Kabupaten Cianjur saat ini berada di zona orange, terdapat lima desa merupakan zona merah, 60 desa zona kuning, dan sisanya merupakan zona hijau. Melonjaknya angka terkofirmasi positif Covid-19, di pengaruhi klaster mudik lebaran dan wisata," tuturnya.

Herman menambahkan, dalam menekan angka keterisian tempat tidur di ruang isolasi di sejumlah rumah sakit. Saat ini ia telah menginstruksikan seluruh satgas Covid-19 di tingkat desa dan kecamatan agar memaksimalkan tempat isolasi mandiri di setiap wilayahnya.

"Apabila ada masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 tidak mengalami gejala, cukup dilakukan isolasi mandiri di pusat isolasi tingkat desa atau kecamatan," jelasnya.

Kontributor : Fauzi Noviandi

Baca Juga: Curug Ngebul, Surga Tersembunyi di Cianjur

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait