alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bela Gus Yaqut, Abu Janda: Yang Membenci dia Adalah Kelompok Islam Radikal dan Teroris

Andi Ahmad S Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:35 WIB

Bela Gus Yaqut, Abu Janda: Yang Membenci dia Adalah Kelompok Islam Radikal dan Teroris
Permadi Arya alias Abu Janda. [Terkini.id]

Ungkapan itu disampaikan Abu Janda pada akun media sosial Instagramnya, sambil mengunggah foto dirinya bersama Menag Yaqut.

SuaraBogor.id - Nama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas belakangan ini menjadi perbincangan publik, terkait pernyataannya soal Kemenag adalah hadiah untuk NU.

Kali ini, turut ditanggapi oleh pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda. Dia mengatakan, bahwa orang yang tidak menyukai Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas adalah kelompok intoleran, radikal, sampai teroris.

Ungkapan itu disampaikan Abu Janda pada akun media sosial Instagramnya, sambil mengunggah foto dirinya bersama Menag Yaqut.

“Cuma pengen bilang. Ini Pak Menag yang paling dibenci kelompok islam radikal, intoleran, teroris,” tulisnya lewat unggahan Instagram, dikutip dari instagram Abu Janda, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Klarifikasi Yaqut Cholil Qoumas Soal "Hadiah Negara" NU dan Harapan Wamenag

“Jadi yang tidak suka sama Pak Menag ini kalo tidak radikal, ya intoleran, atau teroris, jelas ya? Sehat terus ya Gus,” tambahnya.

[Instagram permadiaktivis2]
[Instagram permadiaktivis2]

Menyadur dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Gus Yaqut menjelaskan bahwa pernyataannya soal Kemenag hadiah untuk NU dijabarkan di forum internal keluarga besar NU itu untuk memotivasi para santri dan pesantren.

“Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal,” terang Yaqut.

Gus Yaqut juga memastikan bahwa Kemenag akan tetap inklusif.

Artinya, setiap kebijakan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan semua agama dan golongan.

Baca Juga: Ganjar Nonton The Mentors, Film Dokumenter Tentang Eks Napiter, Ini Komentarnya

Ia pun mempertanyakan kepada publik, apakah ada kebijakan dari Kemenag yang ditujukan hanya untuk orang NU.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait