alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bahaya! Kasus DBD di Kota Bogor Tinggi, Sudah ada 118 Warga Terjangkit

Andi Ahmad S Kamis, 28 Oktober 2021 | 19:18 WIB

Bahaya! Kasus DBD di Kota Bogor Tinggi, Sudah ada 118 Warga Terjangkit
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)

Tercatat, sudah ada 118 warga Bogor terjangkit DBD. Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2020 kemarin.

SuaraBogor.id - Meski saat ini kasus Covid-19 menurun, namun untuk kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor, Jawa Barat mengalami peningkatan.

Tercatat, sudah ada 118 warga Bogor terjangkit DBD. Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2020 kemarin.

Wakil Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penun­jang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dr Sari Chandrawati membenarkan jika kasus DBD pada tahun ink mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, pada 2020 kemarin setidaknya pihaknya menangani 89 pasien DBD. Dengan rincian 62 pasien usia anak-anak dan 27 pasien usia dewasa.

"Kalau di Oktober 2021 ini, kami sudah merawat total 118 pasien kasus DBD. Dengan rincian 73 kategori anak-anak dan 45 pasien kategori dewasa," katanya, mengutip dari Ayojakarta -jaringan Suara.com, Kamis 28 Oktober 2021.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto meminta kepada Pemkot Bogor untuk fokus melakukan langkah antisipasi dan penanggulangan DBD di Kota Bogor.

"Apalagi saat ini Kota Bogor memasuki musim penghujan. Jadi saya minta dinas terkait untuk fokus dalam menangani kasus DBD di Kota Bogor," ujarnya.

Baik pemerintah daerah melalui dinas, hingga wilayah melalui kecamatan dan kelurahan, Atang meminta agar semua ikut ambil bagian dalam langkah pencegahan penyebaran DBD.

Atang juga meminta Dinas Kesehatan Kota Bogor agar lebih aware memberi imbauan kepada puskesmas-puskesmas dan kelurahan-kelurahan untuk melakukan tindakan antisipasi yang sama.

"Sehingga tidak perlu menunggu harus ada korban-korban berjatuhan dulu baru mau turun ke masyarakat," pintanya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait