alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Muncul Ajaran Islam Baru, Alissa Wahid Cari Bapak Baju Merah dan 3 Berita Menarik Lainnya

Andi Ahmad S Jum'at, 29 Oktober 2021 | 08:56 WIB

Muncul Ajaran Islam Baru, Alissa Wahid Cari Bapak Baju Merah dan 3 Berita Menarik Lainnya
Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak K H Ahmad Hudori [Antara]

Berikut juga tiga berita menarik lainnya pada Kamis (28/10/2021):

SuaraBogor.id - Di Kabupaten Lebak Banten belakangan ini dihebohkan dengan munculnya ajaran baru dan menimbulkan keresahan masyarakat. Diketahui, aliran baru tersebut diprakarsai oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Tidak hanya itu, pada Kamis (28/10/2021), Alissa Wahid turut menyoroti unggahan salah satu akun Instagram mencuri perhatian warganet. Bagaimana tidak, unggahan tersebut berisi momen seorang kakek pemulung yang diduga tengah dihakimi warga.

Berikut juga tiga berita menarik lainnya pada Kamis (28/10/2021):

1. Heboh! Muncul Ajaran Islam Baru, MUI Panggil Pimpinan LDII

Baca Juga: Hujan Lebat Terjang Banten, Kabupaten Lebak Dilanda Longsor dan Banjir

Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak K H Ahmad Hudori [Antara]
Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak K H Ahmad Hudori [Antara]

Masyarakat Lebak Banten dihebohkan dengan munculnya ajaran baru yang menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat. Ajaran itu diketahui didalami oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak tengah mendalami ajaran yang dianut LDII tersebut.

Menulik dari Antara, Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak K H Ahmad Hudori di Lebak, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa ajaran LDII itu menganut keamiran dan hanya jamaah mereka yang Islam, sedangkan kelompok lainnya kafir.

Bahkan, tata cara ibadah mereka pun memiliki keimaman sendiri. Apabila, orang luar melaksanakan ibadah solat di masjid mereka maka tidak sah.

Sebab, LDII memiliki keimaman sendiri dan hanya bagi kelompok mereka.

"Kami menerima informasi dari masyarakat jika orang luar melaksanakan solat di masjid mereka maka wajib dilakukan pencucian tempat sarana ibadahnya itu," katanya.

Menurut dia, pihaknya akan mengundang pimpinan LDII Kabupaten Lebak untuk mengetahui kebenaran informasi dari masyarakat tersebut.

Meski sejauh ini, kata dia, tidak ada masalah dengan jamaah LDII dan tetap kondusif. [Antara]

MUI Lebak hingga kini seringkali menerima majalah dan kegiatan LDII secara umum, namun pimpinan LDII belum mendatangi MUI setempat.

"Kami berharap pimpinan LDII bisa bertemu dengan MUI Lebak sehingga bisa mengetahui kebenaran itu," katanya.

Di tempat terpisah, ulama kharismatik Kabupaten Lebak KH Hasan Basri mengatakan LDII sekarang sudah mematuhi aturan dan persyaratan MUI Pusat dan tidak ada lagi mengkafirkan orang Islam.

Sebab, jika mereka mengkafirkan orang Islam tentu merusak akidah. Ajaran LDII itu, kata dia, sebelumnya memiliki lima aturan antara lain imamatan, bayitan, jamatan, binoatan dan pitonatan.

Mereka para jamaah LDII itu dalam pernikahan harus dengan jamaah atau kelompoknya juga merahasiakan ajaran kepada orang lain.

"Kami sudah mendatangi pimpinan LDII Pusat dan sekarang LDII mematuhi MUI di antaranya tidak boleh mengkafirkan orang Islam," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Ustadz Duki, seorang pimpinan LDII Kabupaten Lebak mengatakan bahwa tudingan informasi yang berkembang di masyarakat tentang ajaran LDII mengkafirkan orang Islam juga pernikahan harus dengan kelompoknya juga orang lain solat di masjid harus dicuci itu semua tidak benar.

Orang yang menyebarkan seperti itu , sudah berlangsung lama. "Banyak pegawai dan warga Shalat Jumat di sini dan tidak dilakukan pencucian," katanya. [Antara]

Baca selengkapnya

2. Viral, Kakek Pemulung Dipukul Warga, Alissa Wahid Cari Bapak Baju Merah dan Hitam

Viral video kakek pemulung dituding mencuri dompet. (Instagram/@kabarnegri)
Viral video kakek pemulung dituding mencuri dompet. (Instagram/@kabarnegri)

Baru-baru ini dunia maya dihebohkan dengan adanya video viral memperlihatkan, momen seorang kakek pemulung yang diduga dihakimi warga. Hal itu nampaknya mendapatkan perhatian dari Alissa Wahid.

Baca Juga: Pemuda Desak Bima Arya Batalkan Wisata Malam di Kebun Raya Bogor

Putri sulung dari Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid ini turut menanggapi kaitan video penyiksaan kakek-kakek tersebut. Dia mengatakan, bahwa ingin mencari bapak-bapak baju merah dan hitam yang mengeplak kakek tersebut.

Baca selengkapnya

3. Paguyuban Pencak Silat Geruduk Kantor Bima Arya, Tolak Wisata Malam di Kebun Raya Bogor

Aksi unjuk rasa penolakan wisata malam Glow Kebun Raya Bogor di Balai Kota Bogor [Bogordaily.net]
Aksi unjuk rasa penolakan wisata malam Glow Kebun Raya Bogor di Balai Kota Bogor [Bogordaily.net]

Sejumlah pemuda dan perwakilan paguyuban pencak silat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Kedatangan mereka untuk melakukan penolakan adanya wisata malam atau Glow Kebun Raya Bogor.

Pemuda sunda dengan memakai pakaian pangsi warna hitam serta memakai blangkon di kepala dan komunitas motor memakai jaket biru putih bertuliskan XTC Kota Bogor, melontarkan tiga tuntutan diantaranya menolak program wisata malam atau Glow di Kebun Raya Bogor.

Baca selengkapnya

4. Hari Sumpah Pemuda, Mahasiswa Ingatkan Ridwan Kamil Soal Jalan Tambang di Rumpin

Mahasiswa Rumpin Bogor saat memakai topeng berwajah Gubernur Ridwan Kamil. [Bogordaily.net]
Mahasiswa Rumpin Bogor saat memakai topeng berwajah Gubernur Ridwan Kamil. [Bogordaily.net]

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) menggelar aksi unjuk rasa, kaitan jalan tambang yang hingga saat ini belum dipenuhi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Mereka melaksanakan aksi long march sepanjang tiga kilometer menyusuri jalan rusak sekaligus melakukan giat teatrikal.

Baca selengkapnya

5. Puncak Bogor Diguyur Hujan Deras, Bendungan Katulampa Siaga 3

Kondisi tinggi muka air di Bendungan Katulampa Bogor siaga tiga, pada Kamis (28/10/2021) pukul 15.00 WIB [Istimewa]
Kondisi tinggi muka air di Bendungan Katulampa Bogor siaga tiga, pada Kamis (28/10/2021) pukul 15.00 WIB [Istimewa]

Hujan yang mengguyur wilayah Puncak Bogor, Jawa Barat, menyebabkan Tinggi Muka Air (TMA) Bendungan Katulampa siaga 3, pada Kamis (28/10/2021), pukul 15.00 WIB.

Petugas Bendung Katulampa Andi mengatakan, hingga saat ini sekitar pukul 15.00 WIB kondisi air di Bendungan Katulampa Bogor status siaga tiga.

Baca selengkapnya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait