Kabupaten Cianjur Masuk Empat Besar Resiko Bencana Alam Di Indonesia

Tingginya resiko bencana alam, kata dia, masyarakat harus bisa berdampingan dengan bencana alam, dan mengenal gejala-gejalanya sejak dini.

Hairul Alwan
Minggu, 07 November 2021 | 20:18 WIB
Kabupaten Cianjur Masuk Empat Besar Resiko Bencana Alam Di Indonesia
ILUSTRASI Longsor- Warga bersama BPBD bersama mengeruk tanah longsor di Sukanagara, Cianjur. [ist/bpbd]

SuaraBogor.id - Wilayah Kabupaten Cianjur masuk urutan empat besar dalam resiko indek bencana alam di Indonesia, sedangkan sedang di Jawa Barat berada diperingkat pertama.

Kabupaten Cianjur urutan keempat rawan bencana diungkapkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Taufik Zuhrizal pada SuaraBogor.id.

Taufik mengatakan, Kabupaten Cianjur memiliki luas sekitar 3.614 kilometer persegi, dan masuk dalam etalase berbagai jenis bencana hidrometrologi.

“Mulai dari banjir, puting beliung, longsor, cuaca ekstrem, termasuk tsunami, karena kita punya garis pantai yang cukup panjang sejauh 75 kilomneter," kata dia, Minggu (07/11/2021).

Baca Juga:Jalan Penghubung antar Kabupaten Sukabumi dan Cianjur Masih Terputus

Tingginya resiko bencana alam, kata dia, masyarakat harus bisa berdampingan dengan bencana alam, dan mengenal gejala-gejalanya sejak dini.

"Jadi masyarakat harus harmonis dengan bencana alam, atau kata lainya, living harmony with disaster. Makna harmonisasi adalah ramah terhadap alam, tidak membuang sampah sembarangan, tidak tebang pohon seenaknya, apalagi merubah fungsi lahan yang ada" katanya.

Ia mengungkapkan, apabila warga sudah melakukan alih fungsi lahan, berarti bencana alam sudah akan mengancam wilayah tersebut.

"Kalau masyarakat sudah melalukan alih fungsi lahan, berarti sudah main-main dengan bencana alam, selain itu juga kebiasaan buruk seperti buang sampah ke sungai beresiko banjir," kata dia.

Taufik mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan sejumlah upaya kepada masyarakat, dalam mengedukasi mitigasi becana alam, agar pemahan tentang kebencanaan bisa meningkat.

Baca Juga:Rata Dengan Tanah, Rumah Makan Saung Abah Cianjur Terbakar

"Mitigasi bencana pemetaan kerawanan bencana dapat terdeteksi lebih dini, dan langkah penanggulangan dapat dilakukan dengan lebih cepat," kata dia.

Kontributor : Fauzi Noviandi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak