3. Indische Partij
Organisasi ini didirikan oleh Ernest Eugene Douwes Dekker atau Dr. Danurdirja Setiabudi, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara. Ketiganya kemudian disebut dengan Tiga Serangkai.
Organisasi ini berusia pendek tetapi memilki makna penting atas munculnya kehidupan politik di Indonesia. Tujuan dan prinsip organisasi ini yakni menginginkan Indonesia merdeka sehingga mereka ditentang oleh Belanda.
4. Perhimpunan Indonesia
Baca Juga:6 Organisasi Pergerakan Nasional, Kenali untuk Belajar Sejarah
Perhimpunan Indonesia berdiri pada tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging oleh Belanda yakni Soetan Kasajangan Soripada dan RM Noto Suroto. Namun pada 1923, organisasi ini terlibat dalam kemerdekaan Indonesia dan berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Tokoh yang terlibat yakni Mohammad Hatta, Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat.
5. Partai Nasional Indonesia
Partai Nasional Indonesia merupakan organisasi yang dibentuk oleh Ir. Soekarno dan bergerak di bidang politik, ekonomi, dan sosial. Kemudian pemerintah Belanda khawatir dan menangkap empat tokoh PNI yakni Soekarno, Gatot Mangkoepradja, Maskoen, dan Supradinata pada 29 Desember 1929.
6. Muhammadiyah
Organisasi ini berdiri di Yogyakarta pada 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan. Organisasi ini merupakan tanggapan dari saran Budi Oetomo untuk memberikan ilmu keagamaan dengan mendirikan sekolah agama, panti asuhan, dan lain sebagainya. Organisasi ini bertahan hingga saat ini dan masih berperan dalam pendidikan agama di Indonesia.
Baca Juga:Sejarah Indonesia: 4 Pergerakan Nasional Sebelum Kemerdekaan, Tak Cuma Perang
7. Taman Siswa