"Cetakan untuk membuat asbak atau alat yang kecil kita menggunakan cetakan yang terbuat dari silikon, sedangkan cetakan untuk membuat body gitar dan kursi kita memakai wadah dari plat besi," kata Naufal.
Hingga kini, dirinya sudah membuat sekitar tiga body gitar, dan dua gitar yang sudah siap dipakai. Namun karena keterbatasan tenaga pekerja. Perakitan gitar elektrik dirinya berkolaborasi dengan rekannya.
"Harga dari berbagai olahan limbahan plastik yang dijadikan berbagai barang, dijual mulai dari seharga Rp 25 ribu hingga Rp 2 juta. Sedangkan untuk body gitar kita menjual seharga Rp 2,5 juta, dan gitar yang sudah siap dipakai dibandrol seharga Rp 6,5 juta sampai Rp 7 juta," jelasnya.
Berkat keresahaanya, dan kreatifitas juga inovasinya tersebut dirinya, sudah mendapatkan sejumlah pesanan body gitar dari sejumlah daerah, seperti Jakarta, Bandung dan Bogor.
Baca Juga:Ada Kebun Ganja 10 Hektar di Perhutani Cianjur, Polisi Tetapkan Seorang Tersangka
Hingga selama ini. dalam mengolah limbah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat dan ramah lingkungan itu, Naufal dibantu empat orang temanya sebanyanya.
"Penjualanya kita fokus dimedia sosial, dan beberapa platfrom e-commers, Alhamdulliah, kita bisa mendapatkan meraup keuntungan sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per bulan," paparnya sambil menggenggam gitar.
Tidak hanya mempromosikan memalui e-commer atau platfrom media sosial, ia juga sering berkolaborasi dengan musisi lokal. Terutama musisi underground di Cianjur.
"Bagi musisi lokal, yang ingin meminjam atau memakai gitar dengan body dari olahan limbah plastik saya persilahkan," ucapnya.
Selain itu, Naufal yang juga sempat bekerja di perusahan desain prodak itu, juga mengklami pengolahan limbah plastik yang menjadi body gitar yang dirinya kembangkan itu, baru dirinya, dan belum ada di Indonesia.
Baca Juga:Satu Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kepemilikan 10 Hektare Ladang Ganja di Cianjur
Kini ia sudah memiliki kantor dan tempat untuk memproduksi limbah plastik di rumah yang ia kontrak, tepatnya yaitu di Jalan KH. Asnawi, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.