Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,6 menghancurkan Kabupaten Cianjur. Pasalnya, Gempa yang terjadi pada Senin (21/11/2022) siang kemarin itu menghancurkan rihuan rumah dan menjatuhkan ratusan korban jiwa.
Direktur RSUD Cimancan, Juliana Aritona menyebut, para korban yang berjatuhan akibat bencana ini didominasi oleh korban yang luka di kepala dan patah tulang.
"Kebanyakan trauma karena tertimpa. Kebanyakan patah tulang sama cedera kepala," kata Juliana kepada Suarabogor.id , Selasa (22/11/2022).
Ia menyebut, pihak RSUD Cimancan sudah menerima sebanyak 237 pasien yang ditangani langsung.
Baca Juga:Cerita Perjuangan Seorang Ibu Menyelamatkan Putrinya di Tengah Gempa Cianjur
"Yang ke RSUD Cimancan 237 Pasien yang meninggal 13," ungkapnya.
Kendati. RSUD Cimancan tidak mampu menjangkau akses atau meminta bantuan dari BPBD Cianjur, namun penanganan keselamatan korban bencana masih terbilang aman.
"Kita juga kordinasi terputus karena akses terputus dengan BPBD Kabupaten Cianjur. Namun, kami dari kemensos banyak yang bantu," jelasnya.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Baca Juga:Ribuan Rumah Warga Rusak Pasca Gempa Cianjur, Wapres Ma'ruf: Sediakan Hunian yang Layak!