- Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo kecewa menemukan bekas pemasangan CCTV di Lapas Cibinong, Rabu (30/9/2026).
- Temuan tersebut tidak sesuai dengan keterangan sebelumnya yang disampaikan pihak Lapas Cibinong dalam rapat dengar pendapat.
- Komisi XIII DPR RI menurunkan alat berat excavator untuk membongkar bangunan fasilitas khusus di Lapas Cibinong tersebut.
SuaraBogor.id - Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, mengaku kecewa setelah menemukan bekas pemasangan kamera CCTV di bangunan yang menjadi temuan fasilitas khusus di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (30/9/2026).
Temuan tersebut menjadi perhatian Yanuar karena sebelumnya ia telah menanyakan keberadaan CCTV di bangunan tersebut kepada jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), termasuk Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto yang kini telah dinonaktifkan.
Pertanyaan tersebut disampaikan Yanuar dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama jajaran Ditjenpas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (28/9/2026).
Dalam RDP itu, Yanuar mencecar sejumlah pertanyaan mengenai fasilitas dan barang-barang yang berada di dalam bangunan khusus tersebut, termasuk terkait keberadaan CCTV.
Baca Juga:'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN
Namun, menurut Yanuar, keterangan yang disampaikan pihak Lapas Cibinong mengenai CCTV berbeda dengan kondisi yang ditemukannya saat melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.
Yanuar mengaku kecewa setelah melihat adanya bekas pemasangan CCTV di bagian depan atau teras bangunan tersebut.
Saat ditanya mengenai perasaannya setelah menemukan perbedaan keterangan tersebut, Yanuar melontarkan pernyataan keras.
“Kurang ajar (kepada Kalapas Cibinong),” tegas Yanuar.
Ia kemudian meminta agar keberadaan CCTV tersebut ditelusuri lebih lanjut, termasuk memastikan isi rekaman serta mengetahui apakah kamera tersebut masih aktif atau tidak.
Baca Juga:Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah
“CCTV ini nanti kita minta ke Pak Irjen isinya apa nih, termasuk juga CCTV-nya aktif apa enggak,” kata Yanuar.
Menurutnya, apabila CCTV tersebut sudah tidak aktif, perlu diketahui siapa yang mematikan kamera tersebut dan apa alasannya.
Yanuar menegaskan seluruh persoalan terkait CCTV harus diungkap secara terang agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
“Jadi semuanya harus terungkaplah, biar masyarakat pun enggak bertanya-tanya dan enggak ada yang disembunyikan,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, bangunan yang menjadi objek pemeriksaan tersebut diketahui memiliki sejumlah fasilitas, di antaranya kulkas, sofa, tempat tidur dan berbagai perlengkapan lainnya.
Komisi XIII DPR RI kemudian meminta agar bangunan tersebut dibongkar dan tidak lagi digunakan.