Scroll untuk membaca artikel
Risna Halidi
Selasa, 19 Januari 2021 | 06:10 WIB
Ilustrasi sesak napas. [Shutterstock]

Misalnya, pada beberapa orang dengan kondisi pernapasan kronis yang parah, latihan pernapasan dalam dapat menyebabkan hiperinflasi.

2. Latihan pernapasan bibir
Pernapasan bibir yang mengerut membantu mengurangi sesak dengan memperlambat laju pernapasan seseorang. Latihan ini sangat berguna jika sesak napas disebabkan oleh kecemasan. Pernapasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  • Duduk tegak di kursi dengan bahu rileks.
  • Tekan bibir bersama-sama, jaga jarak kecil di antara keduanya.
  • Tarik napas melalui hidung selama beberapa detik.
  • Buang napas perlahan melalui bibir yang mengerucut selama empat hitungan.
  • Ulangi pola pernapasan ini beberapa kali.
  • Sesorang dapat mencoba latihan ini kapan pun mereka merasa sesak napas. Mereka dapat mengulanginya sepanjang hari sampai mereka merasa lebih baik.

3. Menemukan posisi yang nyaman
Seseorang yang mengalami sesak napas dapat dikurangi dengan menemukan posisi yang nyaman untuk dirinya bernapas. Hal ini dapat dilakukan sampai tubuh menjadi lebih rileks dan pernapasan kembali normal. Biasanya cara ini digunakan untuk seseorang yang mengalami sesak anapas karena kecemasan atau kelelahan.

4. Menggunakan kipas angin
Sebuah studi tahun 2010 melaporkan, menggunakan kipas genggam untuk meniupkan udara ke hidung dan wajah dapat mengurangi sensasi sesak napas. Metode ini dapat membuat seseorang terasa seolah-olah mendapat lebih banyak udara yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga: Ombak Besar Hantam Manado, BMKG: Tinggi Gelombang Turun Mulai Besok

5. Menghirup uap
Uap dapat membantu menjaga salurangan hidung seseorang tetap bersih sehingga bernapas menjadi lebih mudah. Kelembaban dari uap juga dapat memecah lendir di paru-paru sehingga berguna untuk mengurangi sesak napas. (Penulis: Fajar Ramadhan)

Load More