SuaraBogor.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengungkap fakta di balik meteor jatuh di Lampung. Apakah benar meteor jatuh di Lampung?
Heboh meteor jatuh di Lampung berawal dari pengakuan seorang warga Lampung. Dia menyebar foto-foto dan video meteor jatuh di Lampung.
Video soal adanya batu diduga meteor menimpa rumah warga di Lampung Tengah ini beredar luas di media sosial. Salah satunya adalah YouTube Astomulyo 6 yang menanyangkan video mengenai jatuhnya batu dari langit yang menimpa rumah warga.
Batu diduga meteor itu jatuh menimpa rumah warga di Dusun 5, Desa Astomulyo, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, pada Kamis (28/1/2021) malam.
Rumah warga yang terkena batu diduga meteor itu adalah rumah Katmini. Katmini mengaku saat itu ia baru saja pulang dari pergi.
Saat baru sampai rumah, Katmini tiba-tiba mendengar suara gemuruh seperti barang jatuh ambrol. Katmini lalu mencari asal suara. Ia kaget saat melihat ada sebongkah batu yang menimpa rumahnya.
"Opo iki pak?" tanya Katmini ke suaminya saat melihat bongkahan batu di rumahnya dilansir dari YoTube Astomulyo 6. Batu itu diduga jatuh dari langit dan menimpa rumah Katmini hingga atap rumahnya jebol. Sontak warga langsung ramai berkumpul di rumah Katmini.
Warga mendokumentasikan bongkahan batu yang diduga meteor itu. Menurut seorang warga, batu itu seperti habis terkena api. Ada juga warga yang mengatakan, batu itu panas saat dipegang ketika baru jatuh dari langit.
Warga lain juga mengaku mendengar suara serupa bahkan ada yang melihat kilatan cahaya jatuh di langit.
Baca Juga: Warga Bawa Air Datangi Lokasi Jatuhnya Batu Diduga Meteor di Lampung Tengah
Sebelum heboh penemuan batu diduga meteor, warga Lampung dihebohkan dengan adanya suara dentuman keras pada Kamis (28/1/2021) malam. Suara dentuman itu terdengar di wilayah Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Barat bahkan hingga ke Metro.
Suara dentuman ini lalu dikaitkan dengan adanya meteor jatuh karena ada beberapa warga yang mengaku melihat adanya benda jatuh dari langit pada Kamis malam.
Pihak BMKG mengaku tidak ada aktivitas gempa bumi maupun awan hujan di daerah yang terdengar suara dentuman.
"Mimin mau ngasih info nih terkait suara dentuman dan getaran di wilayah Tanggamus, Lampura, Pringsewu, bahwa jam 10 an tadi alat kami tidak mencatat adanya gempa bumi di wilayah Lampung maupun awan-awan hujan di sekitar lokasi tersebut," jelas BMKG.
Tag
Berita Terkait
-
Jakarta Kena Imbas Erupsi Anak Krakatau, Gubernur Pramono Minta Warga Waspada
-
Menyebar ke Jabar dan Bengkulu, BMKG Ungkap 2 Klaster Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Hampir Seluruh Jakarta Siaga Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air dan Tak Bakar Sampah!
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
Pilihan
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
Terkini
-
Kondisi Bogor Terdampak Krakatau, Sekda Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah
-
Kemarau Ekstrem 2026: 8.249 Hektare Sawah di Bogor Kekeringan, Jonggol Mulai Gagal Panen
-
Mitra Strategis Bupati Rudy Susmanto, Kadin Bogor Siap Jadikan Tegar Beriman Rumah Pengusaha
-
Mengenal Leadless Pacemaker, Alat Pacu Jantung Ukuran Mini untuk Pasien Berisiko Tinggi
-
Pertalite Kembali Langka di Bogor