SuaraBogor.id - Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai membela diri dilaporkan polisi karena rasis suku Minang. Bahkan dalam pembelaannya, Natalius Pigai bawa-bawa nama Ketua DPR Puan Maharani.
Dalam cuitannya di Twitter, Pigai memamerkan capture cuitan mamnya yang sindir Minang anti Pancasila. Pigai mengklaim jika cuitannya itu sebagai analisa dari berita tentang Puan Maharani yang berjudul "Bola Salju Ucapan Puan 'Semoga Sumbar Dukung Negara Pancasila'.
"Apakah analisa, opini atas pernyataan Puan Maharani kok bisa dipidana? Justru membela orang Minang. Silakan baca. Malah pelapornya, 'saya bilang luar Jawa budak'. Baru lapor potensi pidana dia. Saya tidak biasa lapor orang tapi masih ada batas kesabaran. Korban jutaan rasis dibilang rasis," kata Natalius Pigai.
Natalius Pigai dilaporkan ke polisi soal kasus rasisme. Natalius Pigai dikritik pernyataan yang mengatakan jika selain suku Jawa adalah babu.
Natalius Pigai dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh kelompok mengatas namakan perwakilan orang Minang. Perwakilan mereka, Aznil Tan yang mengaku dari perwakilan orang Minang, menuding Pigai sudah menghina suku lain selain suku Jawa adalah budak.
"Pigai mengatakan bahwa suku lain selain suku Jawa adalah budak," kata Aznil Tan di Bareskrim, Polri, Senin (1/2/2021).
Sebelumnya, Eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menjadi buah bibir lantaran dituding menghina suku Jawa. Namun, dia membantah keras hal itu.
Natalius Pigai mengatakan, dia kala itu menyoroti sistem politik dan dampaknya, serta perubahan UU Pemilu yang Pancasila juga Bhineka.
Bantahan tersebut disampaikan Natalius Pigai lewat jejaring Twitter miliknya, @Nataliuspigai2 pada Kamis (28/1/2021), seiring dengan namanya menjadi Trending Topic di Twitter.
Baca Juga: Pigai Dipolisikan, Denny Siregar: Makanya Jangan Suka Main Lapor-laporan!
Nataligus Pigai menyertakan tangkapan layar foto tautan video yang menjadi awal mula dirinya disebut telah menghina suku Jawa.
"Saya kritik kegagalan sistem politik dan dampaknya dan perubahan UU Pemilu dan Bhineka/ Yang like video 590 orang dan dislike cuma 28 orang," terang Natalius Pigai seperti dikutip Suara.com.
Natalius Pigai menegaskan sekali lagi bahwa maksud pernyataan terdahulunya bukan menghina, melainkan melempar kritik semata.
"Itu kritik bukan hina. Misal by design hanya 1 suku pimpin 74 tahun," ujar Natalius Pigai.
"Saya dengan tanya apa orang luar Jawa itu babu? Mana hinanya," tandasnya.
Sebelumnya, tudingan Natalius Pigai hina suku jawa disampaikan warganet di Twitter hingga trending topic "Pigai Hina Suku Jawa".
Berita Terkait
-
Puan Minta Pemerintah Kaji Ulang Pajak Pembalut: Ini Kebutuhan Esensial, Bukan Gaya Hidup
-
Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice
-
Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya
-
Pigai Bongkar Rahasia Dipilih Prabowo Jadi Menteri: "Saya Batuk Saja Dibuatkan Berita!"
-
9 Orang Gugur saat Padamkan Karhutla, Puan Desak Negara Jamin Keselamatan Petugas dan Relawan
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026
-
Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor
-
Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027
-
Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah