Pebriansyah Ariefana
Selasa, 02 Februari 2021 | 16:45 WIB
ILUSTRASI mayat. (DOK/Polsek Tarumajaya)

SuaraBogor.id - Tragedi pembunuhan di Cendana menyisahkan cerita miris. Pembunuhan sadis itu terjadi karena dua teman berkelahi, ditambah salah satu dari mereka menantang melakukan pembunuhan.

Lala menusuk Saeful di TK An-Nafi 01 tepatnya di Komplek Cendana, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Minggu (31/1/2021) pukul 01.00 WIB.

Dua pemuda yang berkelahi itu adalah Saeful Fazri dan Agus Nana Laksana alias Lala. Lala bunuh Saeful hingga usus terburai. Saeful tewas mengenaskan dan bersimbah darah.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Mochamad Nandar mengatakan, peristiwa penusukkan itu bermula saat dua orang pria bernama Dayat dan Yono berkelahi di lokasi kejadian.

Lala kemudian melerai perkelahian tersebut. Saeful yang juga berada di lokasi langsung mencekik Lala namun berhasil ditangkis. Saeful yang kesal serangannya ditangkis, lansgung menonjok Lala di bagian wajah.

Setelah ditonjok, Lala mengeluarkan pisau yang ada di pinggangnya. Saeful tak gentar, dia menantang Lala untuk menusukkan pisau itu.

“Mendengar perkataan tersebut pelaku pun menusukan pisau tersebut ke korban sambil menarik tubuh korban,” kata AKP Mochamad Nandar dilansir dari bantennews.co.id -- jaringan Suara.com, Selasa (2/1/2021).

Kemudian, Lala menarik kembali pisau yang dia tusuk ke perut Saeful. Lalu dia melarikan diri ke arah pasar.

Polisi kemudian melakukan pencarian pelaku penusukkan. Hasilnya, Senin (1/2/2021) malam, Lala ditangkap di Kampung Kadugadung, Desa Bama, Kecamatan Pagelaran.

Baca Juga: Kronologis Perkelahian Maut di Komplek Cendana, Lala Robek Perut Saeful

"Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 dan atau 351 ayat (3) KUHPidana.

Load More