Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Minggu, 07 Februari 2021 | 14:38 WIB
Politisi Partai Solidariras Indonesia (PSI), Husin Alwi Shihab atau Husin Alwi bongkar foto Munarman denngan bendera ISIS.

SuaraBogor.id - Politisi Partai Solidariras Indonesia (PSI), Husin Alwi Shihab atau Husin Alwi bongkar foto Munarman denngan bendera ISIS. Menurut dia, dengan foto ini, polisi sudah cukup bukti mengaitkan Munarman dengan aktivitas ISIS atau Islamic State of Iraq and Suriah.

Foto yang dibagikan Husin itu pada akan Twitter pribadinya dengan nama @HusinShihab, Minggu (7/2/2021), pukul 11.50 WIB.

Ia meminta kepada pihak Polri agar memanggil Munarman atas dugaan keterkaitannya dengan organisasi ISIS tersebut.

"Ini foto-foto Munarman dengan bendera ISIS. Kurang bukti apa kepolisian @DivHumas_Polri untuk memanggil Munarman atas dugaan keterkaitannya dgn ISIS?," tulisnya dikutip Suarabogor.id.

Baca Juga: Munarman Diduga Terlibat ISIS di Sulsel, Pemanggilan Tunggu Kerja Densus 88

Menurutnya, pengikut ISIS dari dulu selalu menyebar berita fitnah dan hoaks. Pun juga, Munarman sudah dilaporkan atas berita bohongnya, namun belum juga ada tindakan

"Pengikut ISIS dari dulu tukang sebarkan fitnah dan hoax. Munarman sdh dilaporkan atas berita bohong tapi blm juga ditangkap," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman disebut hadir dalam acara baiat ISIS di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Politisi Partai Solidariras Indonesia (PSI), Husin Alwi Shihab atau Husin Alwi bongkar foto Munarman denngan bendera ISIS.

Pernyataan ini keluar dari mulut terduga teroris Ahmad Aulia (AA). Ahmad Aulia adalah terduga teroris yang ditangkap di Makassar. 

Ahmad Aulia mengatakan, dirinya berbaiat ke Abu Bakar Al Baghdadi, pimpinan ISIS, saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015. 

Baca Juga: Awal Anggota FPI Gabung ISIS Ternyata Gegara Kena Prank, Begini Ceritanya

"Saya berbaiat waktu itu bersama 100 orang simpatisan dan laskar FPI di markas FPI  Makassar di Jalan Sungai Limbotong," ujarnya.

Load More