SuaraBogor.id - Perumahan Taman Bunga Cilame diterjang longsor hingga menyebabkan 4 orang luka. Longsor menerjang perumahan Taman Bunga Cilame Blok G RT 11/23, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
Korban tertimpa longsoran Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi lima meter. Tidak ada korban jiwa dalam bencana yang dipicu hujan deras ini.
Dua orang mengalami luka ringan dan dua lagi luka berat hingga harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan Padalarang.
Runtuhan tembok dengan tinggi lima meter dan lebar enam meter ambruk setelah bagian pondasi longsor menimpa rumah Agus Supriyadi (45) dan Andriyana (45).
Rumah Agus rusak pada bagian warung dan rumah Andriyana tertimbun tanah longsoran. Selain itu, mobil Daihatsu Terios yang terparkir di garasi terbuka ikut tertimbun dan rusak cukup parah.
"Kejadiannya sekitar jam sebelas minggu malam. TPT yang jadi pembatas kompleks tiba-tiba longsor," kata Dendi Nugraha (50) kakak dari korban Agus Supriyadi, saat ditemui di lokasi, Senin (8/2/2021).
Menurutnya, sebelum kejadian sempat terdengar seperti ada suara besi patah yang cukup keras.
Setelah itu, baru tiba-tiba TPT langsung ambruk menimpa rumah dan nyaris mengubur penghuni rumah.
"Kejadiannya tiba-tiba, dan pemilik rumah sudah pada tidur. Kalau adik saya sama keluarga aman tidak terluka tapi untuk keluarga Pa Andri, ada yang luka cukup parah kedua anaknya," sebut Dendi.
Ketua RW 23 Oman Rohman menyebutkan, saat kejadian sebenarnya hujan sudah berhenti. Hujan deras sempat turun sejak sore hingga sekitar pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Terdengar Suara Gemuruh sebelum Rumah di KBB Tertimpa Material Longsor
"Hujannya sejak sore, tapi saat kejadian sudah berhenti. Sekarang keluarga Pa Andri (7 jiwa) dan Pa Agus (5 jiwa) sudah pulang dari rumah sakit dan diungsikan ke kerabatnya dulu," terangnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor di Kompleks Taman Bunga, pada Minggu (7/2/2021) malam.
"Korban jiwa tidak ada, hanya luka ringan dua orang dan luka berat dua orang. Serta kerugian materi karena dua rumah rusak parah dan ada satu kendaraan juga rusak parah," terang Duddy.
Duddy menyebutkan, menerima laporan longsor tersebut pada Minggu (7/2/2021) sekitar pukul 23.00 WIB. Longsor berasal dari ambruknya dinding TPT pembatas antara perumahan Klaster Alsa Griya dan Kompleks Perum Taman Bunga Cilame setinggi 5 meter dan lebar 6 meter.
Hasil pendataan mereka yang mengalami luka adalah Andriyana luka ringan di bagian tangan dan punggung. Istrinya, Widianingsih (38) luka bagian kepala. Kemudian Hana (6) luka berat di kepala dan Faisal (2) luka berat di bagian muka.
"Selain warga yang luka ringan dan berat dan dua rumah terimpa material tanah, ada juga dua rumah yang terancam," tandasnya.
Berita Terkait
-
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 390 Jiwa, 1.400 Orang Hilang
-
47 Peziarah Gunung Kailash Hilang Kontak Akibat Banjir Bandang Nepal
-
Korban Hilang Longsor Jalur Perbatasan Tibet - Nepal Melonjak Hingga 558 Orang
-
Dampak Gempa NTT: 5 Warga Meninggal, Infrastruktur Jalan Putus dan Longsor
-
Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih
-
KRL Siap Mengular Hingga Cigombong pada 2027, Target Lanjut Sampai Sukabumi
-
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Warga Kota Bogor Panic Buying, Stok Masker di Apotek Ludes
-
Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif
-
Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif