SuaraBogor.id - Politisi PDIP Dewi Tanjung baru-baru ini kembali mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Sebab, wanita yang sering disebut Nyai itu menulis cuitan di twitter pribadinya.
Cuitan Dewi Tanjung itu berisikan permintaan tolong kepada Satpol PP Pusat, untuk menindak tegas oknum Satpol PP Bogor yang melakukan pungutan liar kepada para pengusaha kecil.
"Tolong kepada Kepala SATPOL PP pusat Nyai minta Tolong Tindak Tegas Anak Buahnya di lapangan yang suka minta UANG sama pengusaha kecil dengan alasan Razia PSBB tapi endingnya minta uang. Jangan suka menyusahkan pengusaha kecil donk apalagi di tengah masa susah seperti saat ini," tulisnya di akun twitter pribadinya dengan nama @DTanjung15, dikutip Suarabogor.id, Rabu (3/3/2021).
Tak hanya itu, Dewi Tanjung juga dia juga kembali melakukan cuitan yang menanyakan siapa Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor.
Dia meminta kepada Satpol PP Kabupaten Bogor agar menindak tegas anak buahnya yang diduga sering meminta uang kepada pengusaha kecil dengan dalih PSBB.
"Siapa kepala Satpol PP Kab Bogor kasih tau anak BuahMu Jangan Suka Minta Uang sama Pengusaha kecil alasan PSBB. Tempat usaha orang diSegel endingnya Minta uang Rp 10 JT. Jangan suka memanfaatkan jabatan & Baju dinas untuk memeras Rakyat kecil. Mau jadi apa negara ini aparatnya tukang Palak," tulisnya lagi.
Dia juga mengancam, jika memang Satpol PP dalam melaksanakan tugas hanya menyengsarakan para pengusaha kecil, lebih baik dibubarkan saja.
"Apabila Satpol PP ini kerjanya nyusahin dengan minta-minta uang sama pengusaha kecil. Sebaiknya di Bubarin ajalah, mereka udah di Gaji Negara kok masih aja nyusahin para pengusaha kecil. Jangan di biasakan memberikan uang sama Siapapun itu akan membuat mereka semakin Sombong," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah belum menanggapi kaitan yang dimaksaud Dewi Tanjung tersebut.
Baca Juga: Brukk! Truk Sampah Tabrak Tiang Listrik di Sentul Bogor
Berita Terkait
-
Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024
-
Melanggar Perda, Satpol PP DKI Siap Sikat Lapak Hewan Kurban di Trotoar
-
Liburan ke Bogor Makin Lengkap, Nonton Sunset di Kebun hingga Healing ke Curug
-
Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!
-
Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Banggai, Wamensos: Ini Perintah Presiden
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ada Hak Khusus? Forum Mahasiswa Indonesia Cium Kejanggalan Tuntutan Kasus Julia Tobing
-
6 Fakta Kasus Narkoba ASN di Bogor: Gunakan Sabu Sejak 2024 hingga Rencana Tes Urine Massal
-
Polres Bogor Peringkat Ke 2 Se Jabar: Ungkap 113 Kasus Narkoba, Sita Barang Bukti Senilai Rp3 Miliar
-
Bupati Bogor Warning Keras ASN Pengguna Narkoba: Tak Ada Toleransi, Sanksi Tegas Menanti!
-
ASN Kecamatan di Bogor Terciduk Nyabu: Setahun Lebih Konsumsi Narkoba, Karir Terancam Tamat