SuaraBogor.id - Satgas COVID-19 Tasikmalaya mengumumkan bahwa ada puluhan warga di satu RW warga Kabupaten Bandung Barat positif COVID-19, usai melakukan wisata ziarah ke wilayah Pamijahan.
Informasi itu disampaikan Wakil Bupati Tasikmalaya, Deni Sagara. Akibatnya, 1 RW tempat puluhan warga itu tinggal, dikarantina saat ini.
"Kita prihatin sekaligus kaget," kata Wakil Bupati Tasikmalaya, Deni Sagara, dikutip dari Ayobandung.com-media jaringan-Suara.com, Rabu (3/3/2021).
Kendati demikian, ia menyebutkan, penularan COVID-19 kepada puluhan warga Kabupaten Bandung Barat itu tak bisa dipastikan terjadi di destinasi wisata religi Paminahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.
Menurut dia, ada kemungkinan virus itu dibawa oleh warga tersebut dari tempat asalnya, dan menyebar di dalam bus yang membawa rombongan itu.
Deni mengatakan, penyebaran COVID-19 saat ini sudah tak bisa lagi diprediksi. Sebab, sudah banyak terjadi transmisi lokal di berbagai daerah.
"Jadi banyak kemungkinan. Bisa virusnya dari Bandung, tertular di bus," ujar dia.
Deni mengaku sempat mendatangi destinasi wisata religi di Pamijahan beberapa waktu lalu. Menurut dia, penerapan protokol kesehatan (prokes) di lokasi itu sudah maksimal. Pengunjung yang datang dibatasi, harus memakai masker, dan menjaga jarak.
Ia menambahkan, penerapan prokes bukan hanya dilakukan di destinasi wisata di Kabupaten Tasikmalaya. Ia menegaskan, penerapan prokes juga dilakukan di setiap tempat publik yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang.
Baca Juga: Miris! Bayi Ini Terlahir dengan Mutasi Covid-19
Namun, dengan adanya kasus wisatawan yang terkonfirmasi positif COVID-19 usai berkunjung ke Pamijahan, Pemkab Tasikmalaya akan mempertimbangan membuat regulasi baru terkait aktivitas wisata.
Salah satu yang dipertimbangkan adalah mengharuskan wisatawan yang datang membawa surat hasil uji cepat (rapid test) COVID-19.
"Kita mungkin akan pertimbangkan masuk Tasikmalaya harus membawa surat rapid test. Jadi, kegiatan bisa tetap berjalan, tapi tak ada efek kepada masyarakat setempat," kata dia.
Deni mengatakan, hingga saat ini kegiatan destinasi wisata religi di Pamijahan masih tetap berjalan. Namun, ia juga sedang mendalami kasus puluhan wisatawan yang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut.
"Kita juga pelajari kasus itu termasuk di tempat lainnya. Saya kira, asal prokes dijalankan, penyebaran COVID-19 bisa dimininalisir. Karena COVID-19 itu memang ada," ujar dia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, puluhan wisatawan yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu tidak bisa dipastikan tertular di Pamijahan.
Berita Terkait
-
Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan
-
Kisah Inspiratif Pemuda Tangsi Jaya: Tinggalkan Kota Demi Jadi Petani Kopi di Desa
-
Usai Diterjang Puting Beliung, Ratusan Rumah di Bandung Barat Rusak
-
Viral Diduga Pungli Jembatan Gantung di Tasikmalaya, Padahal Dibangun KemenPU
-
Komnas Perempuan Desak Kemendagri Tegur Bupati Tasikmalaya Soal Jalsah Salanah Ahmadiyah
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur
-
Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I
-
Tampil Dominan, Soft Tenis Kabupaten Bogor Segel Gelar Juara Umum Porprov Jabar 2026
-
Ibu Rumah Tangga Terlibat Peredaran Narkoba di Bogor