SuaraBogor.id - Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cisarua, Puncak Bogor, Jawa Barat dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor.
Satpol PP Bogor sebut lapak PKL di Puncak penyebab kemacetan. Puluhan lapak PKL itu dibongkar anggota gabungan yang terdiri dari Satpol PP Bogor, TNI dan Polri.
Sekretaris Dinas Satpol-PP Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana mengatakan, pembongkaran puluhan lapak PKL di kawasan Pasar Cisarua, Puncak tersebut dilakukan lantaran kawasan itu kerap kali menyebabkan kemacetan lalu lintas.
"Dalam operasi tersebut, setidaknya ada sekitar 50 lapak PKL yang dihancurkan. Rata-rata lapak PKL yang dibongkar adalah lapak yang menjurus ke jalan raya," katanya, dalam keterangan yang diterima kepada Suarabogor.id, Senin (22/3/2021).
Pembongkaran dilakukan mulai dari akses masuk Pasar Cisarua di pinggir Jalur Puncak.
"Ini operasi lanjutan penertiban pasar, harusnya pedagang masuk dan berjualan di dalam pasar. Bukan di luar seperti ini. Karena ini peruntukannya bukan untuk jualan tapi untuk jalan," ujarnya.
Iman menambahkan, penertiban ini bertujuan untuk meminimalisasi kemacetan di Jalur Puncak. Termasuk mengantispasi meningkatnya jumlah PKL dadakan yang biasanya terjadi pada saat menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
"Ini tahapan yang pertama, karena masih panjang. Setelah pembongkaran ini pinggir-pinggirnya akan kita tanami pohon agar PKL tidak bisa kembali berjualan sembarangan di sini," tutupnya.
Baca Juga: Ada Tempat Camp Baru di Puncak Bogor Namanya Bukit Cita-Cita
Berita Terkait
-
Macet Jakarta Bikin Ekonomi Tekor Rp100 Triliun
-
Libur Panjang, Ribuan Kendaraan Serbu Kawasan Puncak
-
Libur Jumat Agung, Kawasan Puncak diserbu Wisatawan
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi
-
Belum Teridentifikasi, 10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari
-
Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan dan Minuman ke Labkesda
-
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Wabup Bogor Jaro Ade Kasus Dugaan Korupsi Bappenda
-
BRI Andalkan Fundamental Kuat untuk Topang Pertumbuhan Jangka Panjang dan Buyback Saham