SuaraBogor.id - Seorang pria yang merupakan warga Kampung Pasirhuni 04/01, Desa Purabaya, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencoba melakukan aksi bunuh diri menggunakan golok, Rabu (24/3/2021).
Aksi pria Sukabumi coba bunuh diri menggunakan golok itu diketahui warga. Akibat percobaan bunuh diri, pria berinisial DK (53) harus dibawa ke Rumah Sakit.
Pecobaan bunuh diri yang dilakukan pria asal Sukabumi itu dibenarkan Kades Pagelaran, Asep Gunawan. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 07.00 WIB.
"Benar ada percobaan bunuh diri. Kejadiannya sekitar pukul 07.00 WIB bertempat di rumah anak perempuannya di Kampung Cikupa, Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya," kata Kades Pagelaran, Asep Gunawan dilansir dari Sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com.
Menurut Asep, DK awalnya merupakan warga Desa Pagelaran yang kemudian 10 tahun merantau di Jambi. Ketika itu, saudaranya mencari DK dan pada tahun 2020 dia pulang ke Purabaya dengan istrinya yang merupakan orang Palembang. Namun DK itu pulang dalam kondisi hilang penglihatan.
Asep menyatakan, DK mengalami kebutaan saat 6 tahun berada di perantauan, namun untuk penyebabnya tidak tahu persis.
Di Purabaya itu, DK tinggal bersama kakaknya di Kampung Pasirhuni Desa Purabaya dan kemudian dia menginap di rumah saudaranya yang lain di Kampung Babakan RT 15/4, Desa Pagelaran.
Namun di sana, terjadi keributan dan DK sempat mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan kain. "Saat itu masih bisa diselamatkan oleh warga dan saya pun ada disitu," jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Pemdes Pagelaran sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Koramil kemudian meminta warga untuk menjaganya dan mengawasinya secara digilir.
Akan tetapi, tanpa sepengetahuan Asep, pada Selasa (23/3/2021) menjelang magrib dibawa sama anak perempuannya ke Kampung Cikupa.
"Nah saya dapat informasi Selasa malamnya. Saya instruksikan lagi Kadus, RW dan RT setempat untuk memantau karena nih orang sudah berusaha berulang kali untuk bunuh diri jadi bukan disini aja. Di Jambi pun sering terjadi seperti itu memang depresi kayaknya malah pernah masuk RS Jiwa," jelas Asep.
Benar saja, pada Rabu pagi Asep menerima informasi DK mengunci diri di dalam rumah anaknya itu. DK bisa mengunci diri di dalam rumah saat anaknya lagi keluar.
Baca Juga: Tragis! Pria di Bekasi Tusuk Istri Lalu Coba Bunuh Diri Pakai Pisau
Semua pintu terkunci dan warga berusaha masuk lewat pintu belakang dengan cara mendobraknya. Ketika itu DK sudah terluka dan masih memegang Golok tumpul yang jarang dipakai.
Ketika hendak diamankan warga, DK melawan. "Ada perlawanan juga terhadap warga, sehingga warga menggunakan bambu untuk menjatuhkan golok, dan korban dibawa ke RSUD Bunut (RSUD R Syamsudin SH)," terangnya.
Catatan Redaksi:
Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Tag
Berita Terkait
-
Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker
-
RS Lapangan Ruteng Resmi Beroperasi untuk Korban Gempa NTT
-
Pelayanan JKN Cepat dan Mudah, Titik Rasakan Manfaat Saat Anak Dirawat
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Disdik Bogor
-
Stok Melimpah 640 Ribu Blanko, Cetak e-KTP di Kabupaten Bogor Tak Perlu Antre Lama
-
6 Fakta Tawuran 400 Anggota Gangster di Cibinong, Hingga Rudy Susmanto Turun Tangan Jam 3 Pagi
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor